• INTERVIEW
Edenbridge

Exclusive Interview with Lanvall and Sabine 'Edenbridge'


Bookmark and Share

uncluster-Lanvall Edenbridge[Uncluster/Interview]---Solitaire adalah titel album ketujuh yang dimiliki oleh band pengusung symphonic power progressive metal asal Austria, Edenbridge yang secara resmi dirilis pada tanggal 2 Juli 2010 oleh Napalm Records. Rencananya mereka akan menggelar konsernya di Indonesia pada tanggal 8 Juli (Jakarta), 9 Juli (Solo) dan Malang 12 Juli 2010, namun konser tersebut gagal diselenggarakan. Untuk mengklarifikasi gagalnya konser tersebut, dua personil Edenbridge yaitu Arne Stockhammer yang akrab dipanggil Lanvall (guitar, keyboards) dan Sabine Edelsbacher (vocal) datang ke Indonesia untuk bertemu dengan promotor, beberapa media dan fans untuk menjelaskan gagalnya konser yang sedianya akan digelar di tiga kota di Indonesia itu.

Tanggal 11 Juli 2010 kemarin di Bandung, Uncluster.com berkesempatan mewawancarai  dua personil dari Edenbridge. Berikut petikan wawancara kami.

[Uncluster] Apa yang menjadi alasan sehingga konser Edenbridge di Indonesia dibatalkan? Padahal banyak fans yang telah menunggu Edenbridge untuk konser di sini sekaligus mendengarkan lagu-lagu baru di album Solitaire.

[Lanvall]  Kami sangat senang bisa datang ke Indonesia bertemu dengan fans, tetapi sangat disayangkan konser tersebut harus kami batalkan akibat adanya masalah teknis, kami pun harus membatalkan tiket pesawat yang siap kami beli begitupun pagelaran kami di Yankees Rock Show. Sabtu 10 Juli kemarin kami di Jakarta mengadakan konfrensi pers dengan beberapa media dan menjelaskan tentang pembatalan tersebut.

[Uncluster] Apakah Anda bisa memastikan kapan konser Edenbridge terealisasi di Indonesia?

[Lanvall] Agar konser kami di Indonesia bisa lebih sukses, kami merencanakan konser tersebut pada bulan November 2010, untuk itu kami bisa mempersiapkan lebih matang lagi.

[Uncluster] Sekarang kita beralih ke album terbaru kalian Solitaire. Seperti apa konsep yang kalian tawarkan dalam album ini? Apakah masih memadukan simponi, power metal dan progressive?

[Sabine] Konsep yang kami persembahkan dalam album ini betul-betul menceritakan tentang kehidupan, pengalaman yang dialami oleh diri sendiri juga segala sesuatu yang ada di dunia ini.

[Lanvall] Sedangkan mengenai musiknya, betul sekali apa yang tadi kamu bilang bahwa kita masih memainkan symphonic metal karena symphonic sendiri adalah unsur yang sangat bagus dalam bermusik untuk kita mainkan dan kami telah memainkannya sejak album pertama, Sunrise In Eden.

[Uncluster] Apa keunggulan album ini dibandingkan enam album sebelumnya?

[Lanvall] Saya pikir album ini sangat berbeda dengan album-album sebelumnya dimana kami bermain sangat progressive baik dari musik dan sound, di album ini pertama kalinya saya memainkan gitar 7 senar juga orchestra dan pada akhirnya memperkaya musik yang kami hasilkan.

[Uncluster] Seperti apa tema yang ingin kalian sampaikan dalam album ini?

[Lanvall] Pada dasarnya tema yang ingin kita sampaikan yaitu tentang alam, pada saat rekaman dan mixing kami berusaha untuk menghasilkan sound yang lebih natural baik dari segi aransemen musik dan permainan gitar.

[Sabine ] Kalau perlu magic momment, hahaha…….

uncluster-Sabine Edenbridge[Uncluster] Kesulitan apa yang kalian temui saat proses penggarapan album Solitaire?

[Lanvall] Yang paling sulit dalam penggarapan album ini yaitu ide/gagasan yang bisa memperkuat karakter di setiap lagu, selain itu kamipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit agar hasil rekamannya lebih fixed dan maksimal.

[Uncluster] Untuk proses mastering, kalian mempercayakan kepada Mika Jussila. Seperti kita ketahui bahwa Mika adalah sound engineer dari Finnvox Studio Finlandia dan banyak menangani mastering band-band besar seperti Stratovarius, Sonata Arctica, Nightwish, Children Of Bodom dan Edguy. Kepuasan apa yang kalian dapatkan saat bekerja sama dengan Mika?

[Lanvall] Bukan hanya dengan Mika, saat mixing kami bekerja sama dengan Karl Groom dari band progressive metal Inggris yaitu Threshold, karena mixing adalah hal terpenting dari seluruh proses rekaman yang kami lakukan, kamu tidak bisa memutuskan segalanya sebelum mixing dilakukan. Mika Jussila bagi saya adalah mastering engineer terbaik dunia, dan dalam pengerjaan apapun dia selalu mengerjakannya dengan baik dan optimal juga bisa membuat beda hasil mastering antara band yang satu dengan yang lainnya sehingga banyak band-band metal di Eropa selalu mempercayakan proses mastering-nya kepada Mika Jussila.

[Uncluster] Dua album terakhir dirilis oleh Napalm Records sedangkan lima album yang lainnya dirilis oleh Massacre Records, apa yang menjadi alasan kalian untuk berpindah label ke Napalm Records?

[Lanvall] Pada dasarnya kami senang bekerja sama dengan Massacre Records sejak album pertama kami dirilis, tanpa mereka kami tidak akan jadi seperti sekarang dan kami pun tidak akan melupakan apa yang telah Massacre Records berikan kepada kami. Namun ada kelemahan dalam hal promosi, dimana promosi yang mereka lakukan kurang gencar sehingga lima album kami kurang tersebar lebih luas.

[Sabine] Bagi saya Napalm Records adalah perusahaan rekaman kecil namun mereka lebih bisa mempromosikan album-album kami lebih luas lagi bahkan sampai ke Amerika.

[Uncluster] Strategi seperti apa yang dilakukan oleh Napalm Records dalam mempromosikan juga mendistribusikan album kalian?

[Lanvall] Sejauh ini mereka mempromosikan kami melalui majalah yang banyak membahas tentang metal dengan cara memberikan sample track, promo tour, newslatter, video clip dan radio station.

[Sabine] Selain itu mereka pun mempromosikan merchandise kami melalui EMP Merchandise yang berkedudukan di Jerman. Dan kami pun senang album Solitaire akan dirilis di Indonesia oleh Semax International.

[Uncluster] Dalam lagu Skyline’s End kalian sangat terpengaruh oleh etnik Timur Tengah dan saya sangat tertarik oleh lirik yang ada dalam lagu tersebut. Apa yang ingin kalian sampaikan dalam lagu tersebut?

[Lanvall] Dalam lagu tersebut kami ingin menyampaikan tentang kebebasan dalam arti persahabatan, pendapat dan menikmati apa yang ada di dunia ini. Tentang etnik Timur Tengah, etnik Timur Tengah sangat enak untuk didengar dan indah untuk dikombinasikan dengan musik yang kami hasilkan. Skyline’s End adalah salah satu lagu terbaik kami yang ada di album Solitaire.

[Uncluster] Lagu yang mana dalam album Solitaire yang kalian jadikan untuk sebuah single?

[Sabine] Yang kami jadikan single yaitu “Higher”, karena lagu tersebut merupakan lagu yang paling mewakili dari seluruh lagu yang ada dalam album ini dan single tersebut sangat sesuai untuk dijadikan video clip dan radio sound agar bisa dinikmati oleh seluruh kalangan terutama yang muda.

 

[Uncluster] Lanvall, siapa guitar hero yang menjadi inspirasi Anda dalam bermusik?

uncluster-Lanvall+Sabine Edenbridge

[Lanvall] Saya paling suka permainan gitarnya John Petrucci dari Dream Theater karena memiliki melodi  yang sangat bagus dan bisa menjadi pemain solo yang baik. Selain itu saya juga mengagumi Karl Groom dari Threshold yang me-mixing album Solitaire dan Jason Becker yang pernah berduet dengan Marty Friedman di Cacophony.

[Uncluster] Yang terakhir, apa pesan kalian untuk fans Edenbridge di Indonesia?

[Sabine & Lanvall] Dengarkan dengan baik lagu-lagu kami di album Solitaire, jangan lupa untuk datang ke konser kami yang akan digelar bulan November di Indonesia, kami akan memberikan yang terbaik untuk kalian dalam konser kami yang akan digelar November nanti. [Guntur]

Bookmark and Share

  • Archive Article Interview

Hendrix in Britain : Peringatan 40 tahun Kematian

uncluster-jimi hendrix

[Uncluster/Article]----Di Inggris, napak tilas sejarah pemuka musik dunia tidak hanya berakhir di Kota Liverpool. Dimana kelompok The Beatles merintis karir pertamanya. London, salah satu kota kiblatnya mode dunia, menyimpan jejak serupa. 

Lady Antebellum Leads Nominee of ACM

uncluster-lady antebellum

[Uncluster/Country]----Dalam rangka merayakan detik-detik penganugerahan Academy of Country Music Awards, dua pesta di akhir pekan digelar yaitu pada 16-17 April 2010 di Las Vegas.

Comment

Comment Interview


Comment:

Tulis Comment:

You must javascript enabled to use this form

Nama :
Email :
Comment :
          
UC INDIE WALL
Links