• INTERVIEW
Adjie Esa Poetra

Adjie Esa Poetra :Bernyanyi Adalah Pekerjaan Hati


Bookmark and Share

uncluster-Adjie Esa Poetra[Uncluster/Interview]---Setiap orang yang menggeluti dunia tarik suara dan berdomisili di Kota Bandung mungkin sudah tidak asing dengan sosok Adjie Esa Poetra, seorang guru vokal yang telah mendedikasikan ilmunya dari tahun 1975, lewat tangannya banyak lahir penyanyi yang layak di perhitungkan, seperti Rita Efendi, Melly goeslaw, dan Rossa.

Teknik olah vokal yang diwariskan kepada para muridnya selalu menjadi karakter tersendiri, dan kemampuannya dalam melatih vokal diakui pula ke luar negeri, hal ini terbukti dengan banyaknya warga asing yang belajar vokal kepadanya. Dan untuk mengenal sosok ini lebih jauh, Uncluster mendatangi salah satu kantor tempat dia mengajar, dan berikut petikan wawancara kami.

uncluster: Hallo apa kabar Pak Adjie?
Adjie: Kabar baik dan sedang sangat sehat.

uncluster: Apa agenda terbaru Anda untuk tahun ini?
Adjie: Agenda terbaru saya mungkin akan segera mengeluarkan buku yang berjudul “Buku Pintar Untuk Pemusik Dan Penyanyi”.

uncluster: Sudah sampai tahap mana penyelesaian buku itu?
Adjie: Semuanya sudah, tinggal editing saja yang belum dan  sekarang hanya menunggu waktu rilis dari pihak penerbit.

uncluster: Apa perbedaan buku ini dibanding dengan buku Anda sebelumnya?
Adjie: Sangat berbeda ya, karena buku saya sebelumnya seperti yang “1001 Jurus Mudah Menyanyi” itu lebih ke teknik ya, sedangkan yang “Jurus Jitu Jadi Penyanyi Beken” lebih ke manajemen dan skill nonteknis dan orbit, nah kalo yang ini lebih ke profesionalisme, jadi bagaimana caranya penyanyi itu menjadi profesionalisme selepas dia mengorbit.

uncluster: Bisa dijelaskan mengenai moto Anda yang berbunyi “jika bernyanyi adalah pekerjaan hati”?
Adjie: Menyanyi itu adalah kegiatan berkesenian musik yang instrumennya adalah diri kita sendiri, itu sangat berperasaan dan sangat humanis, sebuah olah rasa, yang semuanya berhubungan dengan hati, dan apabila si penyanyi bisa bernyanyi dengan hati, maka karakteristik atau jati dirinya akan lebih nampak dari sebelumnya.

uncluster: Selain di institusi pendidikan dari mana saja Anda mendapatkan wawasan tentang vokal?
Adjie: Selain pada institusi, saya mendapatkan pelajaran cukup banyak saat saya berkonsultasi dengan para senior, seperti almarhum Harry Roesly, dan saya sangat sering melakukannya, selain itu saya juga mendapat banyak pengetahuan dari murid saya, karena selama ini saya menjadikan semua murid saya adalah guru.

uncluster: Menurut Anda selain usaha dan kemauan apa modal utama untuk seseorang agar dapat bernyanyi dengan baik?
Adjie: Seorang penyanyi yang bagus menurut saya adalah penyanyi yang mempunyai kemauan keras, usaha yang keras dan selain itu tentunya belajar dengan keras juga, berlatih dan juga tidak lupa jam terbang atau pengalaman penyanyi bersangkutan

uncluster: Selama Anda melatih vokal dari rentang tahun 1975 sampai saat ini, perubahan apa yang Anda rasakan pada cara Anda mengajar?
Adjie: Mungkin kalau dari cara saya mengajar tetap sama saja, hanya saja pada tahun 1995 saya menemukan teknit 5 x 2 jam yaitu dengan latihan 10 jam bisa.

uncluster: Bisa dijelaskan 5 x 2 jam itu apa?
Adjie: Itu adalah 10 jam, maksudnya begini jika kita bernyanyi benar – benar dari hati maka skill itu sudah menjadi bukan tujuan utama, dan dalam waktu 10 jam orang itu sudah bisa bernyanyi

uncluster: Perbedaan apa yang Anda rasakan saat mengajar murid Anda yang berasal dari luar negeri dengan yang asli Indonesia?
Adjie: Saya rasa yang dari luar mungkin lebih semangat ya, karena mereka datang dari tempat yang jauh, dan mungkin benar - benar harus membuktikan, dan perbedaannya dengan yang dalam negeri walaupun tidak semuanya, tetapi ada beberapa yang hanya buat hobi aja atau buat gaul.uncluster-Adjie Esa Poetra

uncluster: Apa yang memotivasi anda untuk menulis buku?
Adjie: Motivasi saya menulis buku karena ingin membagikan ilmu secara lebih luas, juga untuk arsip kehidupan saya.

uncluster: Ada momen yang memicu itu?
Adjie: Saat saya sedang menulis buku pertama saya “Revolusi Nasyid”, itulah pertama kali saya menulis, dan terealisasikan, mungkin karena ditagih ya oleh pihak penerbit haha karena sebelumnya saya sering sekali merencanakan menulis tetapi hal itu tidak terpenuhi, dari situlah saya mulai tertarik untuk menulis.

uncluster: Tolong ceritakan sedikit tentang “Revolusi Nasyid“ yang menjadi momentum pertama kali Anda menulis?
Adjie: Buku pertama saya “Revolusi Nasyid“ merupakan buku yang berisikan perkembangan Nasyid di Indonesia dan dunia, itu adalah sebuah buku yang banyak memberikan pengetahuan baru tentang sejarah seni musik Islam di dunia.

uncluster: Selain menjadi guru vokal Anda memproduseri penyanyi juga, ada kesulitan yang Anda temui?
Adjie: Saya kira tidak ada kesulitan disitu, seperti ketika saya siaran, karena saya menganggap jika ini adalah sebuah variasi kegiatan, sebuah rekreasi batiniah dan intelejensi saya, dan buat saya pribadi Itu menjadi semacam variasi kegiatan.

uncluster: Mengenai terpilihnya Anda di tahun 2005 oleh gubernur Jawa barat untuk menjadi tim peyusun strategi pembangunan kebudayaan Jawa Barat?
Adjie: Iya waktu itu pihak pemerintah melakukan seleksi seniman dan budayawan, dan saya yang terpilih untuk itu

uncluster: Selanjutnya?
Adjie: Selanjutnya saya dan beberapa budayawan merumuskan pemikiran, ketika itu selesai dan diutarakan dalam rapat, semua setuju dan tidak ada satu orang pun yang menolak, namun sayang tidak ada realisasi maupun tindak lanjut yang pasti dari pemerintah.

uncluster: Apa harapan Anda dalam hal ini?
Adjie: Harapannya mungkin ya jangan membuat banyak program yang percuma karena sayang waktu akan terbuang percuma, dan saya bersama semua orang yang terlibat punya tanggung jawab moril untuk itu.

uncluster: Sebenarnya apa alasan pemerintah untuk tidak menindaklanjuti?
Adjie: Alasanya dana.

uncluster: Sampai saat ini apa obsesi Anda yang belum terlaksana?
Adjie: Saya ingin semua murid saya membentuk komunitas yang mempunyai pergerakan di bidang amal, ya intinya bermusik untuk charity, seperti yang akhir-akhir ini dilakukan oleh murid saya Melly Goeslaw, dengan komunitas GAS-nya dia bergerak di bidang kemanusiaan yang bertujuan untuk menolong sesama.

uncluster: Ada yang lain?
Adjie: Selain itu ada mimpi yang belum terlaksana adalah keinginan saya untuk membuat sound of the world, sebuah galeri musik dunia yang bentuknya mungkin seperti taman mini, yang dalamnya seluruh alat musik di dunia ada, dulu sebenarnya ada yang mau mendanai untuk proyek ini dari Korea hanya karena krisis global, hal itu jadi urung terlaksana.

uncluster: Apa opini Anda untuk musik Indonesia sekarang?
Adjie: Menurut saya sekarang itu musik Indonesia bagus ya, tidak seperti dulu yang sangat seragam, coba perhatikan sekarang banyak sekali penyanyi yang sangat berkarakter, banyak pilihan, hanya saya untuk band sepertinya tidak ada pilihan, hanya sedikit sekali band yang tampil dengan karakter yang bagus. (teks:eka/foto:opick)

***

uncluster-Adjie Esa Poetra[Uncluster/Interview]---Everyone who embracing with vocalizing in Kota Bandung supposed to be familiar with Adjie Esa Poetra, a vocal master who has been active since 1975, and through his hand many talented singers were born such as Rita Efendi, Melly Goeslaw, and Rossa.

The vocal technique that he has been taught to his students is always becoming a unique character. His ability is also familiar to the foreign people who learn to him as well. To know him better, Uncluster visits him at his office, and this is our conversation.

uncluster: Hallo.. How are you Pak Adjie?
Adjie: Fine and very healthy.

uncluster: What’s your latest agenda this year?
Adjie: I would release a book titled “Buku Pintar Untuk Pemusik Dan Penyanyi”.

uncluster: How about the book so far?
Adjie: I’ve done everything and the rest is the editor’s part  and now I just waiting for the publishing.

uncluster: What’s the difference between this book with your previous books?
Adjie: It’s very different, because my previous book like “1001 Jurus Mudah Menyanyi” it’s more about technique, and “Jurus Jitu Jadi Penyanyi Beken” telling us about the management and non-technique skill, and this upcoming book is more about professionalism, how to be a professional singer when someone becoming popular.

uncluster: Tell me about your motto, “singing is heart works”?
Adjie: Singing is a part of art activity that using your own body as its instrument, very sentimental and so human, feeling management that related to heart, and if you sing from the bottom of your heart the character and true you would clearly emerge.

uncluster: Where do you get this knowledge, beside from your formal institution?
Adjie: I learn much from my seniors like the late Harry Roesly and I shared with him many times, and from my students as well because I consider all of my students as my teacher.

uncluster: What do people should have to be a good singer beside effort and willing?
Adjie: A good singer is someone who has strong will, hard work and learn much, as well practicing and has singing track records.

uncluster: Since your first experience in teaching at 1975 until now, what is the biggest change in your teaching technique?
Adjie: I don’t think there is any change, but in 1995 I found this method, 5 x 2 hours technique meaning you can singing only in 10 hours.

uncluster: Can you explain it?
Adjie: That’s 10 hours, if you singing from the bottom your heart truly, then skill is not the main purpose anymore, so in 10 hours someone has ability to sing.

uncluster: What’s the difference between teach the local student with the foreign students?
Adjie: The foreign students are more excited I guess, because they already came this far, so they have a proof to made, meanwhile for some of the local students make singing as part of their hobby or for the society reason.

uncluster: What is your motivation for writing?
Adjie: I want to share my knowledge widely and also for my life archives.

uncluster: Any moment that motivated you?
Adjie: When I was writing my first book, “Revolusi Nasyid”, the first time I write and I did it, may be it was more because my publishing always came after me to make me finish my book haha, because previously no matter how often I had plan to finish my book it just never happened, from this moment I getting more exciting to write.

uncluster: Tell me a little bit about “Revolusi Nasyid“ that become your special momentum to write?
Adjie: It’s telling us about the Nasyid growth in Indonesia and in the world, a book that tells the readers more about Islam music history in the world.

uncluster-Adjie Esa Poetra
uncluster: You also a producer and what’s the hardest part from this?
Adjie: I don’t think there is, as well when I became an announcer. Because for me this is a varied activity, a journey for my mentality and my intelligence.

uncluster: Now about your involving in West Java Culture Growth Strategy Planner Team in 2005. The Governor chose you rite?
Adjie: Yes, the local government made a selection for the artists and cultural observers for the team, and I made it.

uncluster: Then?
Adjie: Then me and the others made the concept, we made it, we presented the concept in the forum and everyone agreed, but there is no follow up from the government until now unfortunately.

uncluster: What is your expectation then?
Adjie: I hope the government will not make any unused program anymore because it just wasting time, and me with everyone who already involved in this program have a moral responsibility to the people.

uncluster: What is exactly government reason for this?
Adjie: Financial reason.

uncluster: What’s your obsession that hasn’t becoming real yet?
Adjie: I want my whole students make a social community, music for charity that’s the point, such as one of my student, Melly Goeslaw with her GAS which is makes a humanity movement to help each others.

uncluster: Anything else?
Adjie: Um, I want to make the sound of the world, a music gallery from all over the world, just like taman mini, people could find any kind of music instruments from any country in the world. I once had a sponsor for this project, from Korea, but due to global crisis it has been canceled.

uncluster: What’s your opinion about local music nowadays?
Adjie: It’s not so good I think, especially for the band, not much choices, unlikely the soloists, I there are many artists who have a special character. (teks:eka/foto:opick)


Bookmark and Share

  • Archive Article Interview

Hendrix in Britain : Peringatan 40 tahun Kematian

uncluster-jimi hendrix

[Uncluster/Article]----Di Inggris, napak tilas sejarah pemuka musik dunia tidak hanya berakhir di Kota Liverpool. Dimana kelompok The Beatles merintis karir pertamanya. London, salah satu kota kiblatnya mode dunia, menyimpan jejak serupa. 

Lady Antebellum Leads Nominee of ACM

uncluster-lady antebellum

[Uncluster/Country]----Dalam rangka merayakan detik-detik penganugerahan Academy of Country Music Awards, dua pesta di akhir pekan digelar yaitu pada 16-17 April 2010 di Las Vegas.

Comment

Comment Interview


Comment:

Tulis Comment:

You must javascript enabled to use this form

Nama :
Email :
Comment :
          
UC INDIE WALL
Links