The Fame : Lady Gaga
Label: Interscope/Kon Live
[Uncluster/Review]—Tampaknya pengalaman selama tiga tahun menjadi penulis lagu membuatnya cukup optimis melangkah lebih jauh. Ya, kini tak hanya sekedar menulis lagu, Lady Gaga juga mulai menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi. Dibantu oleh Akon, salah satu musisi yang selama ini juga kerap membawakan lagu ciptaannya, Gaga kemudian merilis The Fame. Album yang berisi 13 track ditambah 4 bonus track ini bercerita seputar cinta, seksualitas, dan popularitas yang dibalut oleh musik electropop dengan tempo upbeat yang mendominasi track demi track.
Dibuka oleh “Just Dance”, sebuah nomor upbeat yang sangat kental dengan dance music-nya. Lagu ini tak hanya menjadi opening di album, tapi juga didaulat menjadi single pertama Gaga. Di sini Gaga berkolaborasi dengan penyanyi hip hop, Colby O’Donis, dengan musik dan lirik yang menggoda setiap orang untuk bergoyang. Sementara dalam “Big Girl Now”, Gaga beradu vokal dengan New Kids on The Block yang membuat nomor ini terdengar lebih ramai. Setelah “Just Dance”, dua single berikutnya yang dirilis Gaga adalah “Poker Face” dan “LoveGame”. Dua lagu yang bercerita tentang seksualitas dengan sentuhan electropop. Karena lirik “LoveGame” dianggap cukup kontroversial, maka lagu ini urung menjadi single Gaga untuk rilis di Inggris dan digantikan oleh “Paparazzi”, sebuah track synthpop yang ear catchy tapi dengan tempo middle, di sini Gaga bercerita tentang seseorang yang melakukan berbagai cara untuk bisa terkenal, termasuk membuntuti idolanya kemanapun, persis seperti seorang Paparazzi. Musik ear catchy lainnya bisa disimak pada “Eh, Eh (Nothing Else I Can Say)”. Lagu dengan nuansa pop yang ceria ini terdengar sangat pas dengan tema lagu yang bercerita tentang bagaimana seseorang bisa tetap bersemangat walau baru saja mengakhiri hubungan dengan kekasihnya. Meski kental dengan nuansa pop, Gaga tetap tidak meninggalkan sentuhan music party di nomor ini. Sementara itu di tengah musik yang didominasi oleh tempo upbeat, beberapa nomor yang bertempo middle (bahkan slow) seperti “Brown Eyes” ternyata cukup mencuri perhatian. Dan lagu “The Fame” yang juga menjadi judul untuk album ini seolah mewakili keseluruhan cerita. Berkisah tentang seorang gadis yang terobsesi dengan materi dan popularitas, dua hal utama yang menjadi sumber cerita dalam setiap lagu.
Mungkin kita perlu memberikan selamat pada Lady Gaga karena lewat lirik dengan balutan musik dance/electropop yang ia tawarkan, bisa dibilang ia cukup berhasil memenuhi tujuannya, memberikan gambaran bagaimana rasanya menjadi sosok yang terkenal. Well Done, Lady! [Martha]








