Reviews Album

No More Stories… : Mew

Label   : Sony BMG

[Uncluster/Review]—No More Stories/Are Told Today/I’m Sorry/They Washed Away/No More Stories/The World Is Grey/I’m Tired/Let’s Wash Away, adalah kalimat title yang cukup berjarak untuk album terbaru dari salah satu band papan atas Denmark ini. Lewat  pengaruh yang cukup besar dari album keempat mereka “And The Glass Handed Kites” (2005), band yang baru saja menggelar live performace di Jakarta ini tetap mempertahankan formula lama mereka -new prog dan dreamy pop- yang mereka mainkan lewat style alternative.

Vokal falsetto Jonas Bjerre yang meluncur bersama bebunyian synth (suara vokal yang terdengar double) tetap dominan di sini, tetap dijadikan pondasi untuk struktur lagu mereka hampir di setiap durasi. Hanya saja di sini atmosfer terdengar sedikit optimis dibanding album keempat mereka. Lewat  materi upbeat ditambah ketelitian yang lebih maksimal dalam hal menentukan bentuk lagu, secara intens band ini berhasil menekan watak dan susunan aransemen sebelumnya, sehingga nuansa kelam yang kurang “tegas” di album keempat mereka, berubah menjadi atmosfer yang sedikit terang.

Berisikan 14 lagu yang hampir penuh oleh explosive guitar bersama ketukan ganjil dari drum–yang tak jarang menjadi disharmonisasi–untuk sengaja mereka pasang bertabrakan dengan invasi melodi dari falsetto Jonas Bjerre, hingga terdengar seperti dualisme menarik pada tiap nomornya.

Dibuka oleh “New Terrain” lewat efek vokal dan synth yang pekat, mereka menghadirkan sebuah nomor bergaya lurus dan tebal yang terdengar samar dengan sedikit riff guitar, lalu “Introducing Palace Players”, track kedua yang merupakan singel mereka ini dibuka oleh 2 menit intro yang berisikan repetisi gitar dengan tempo dan ketukan ganjil dari drum, terkesan seperti labirin walau akhirnya berubah ketika falsetto Jonas mulai terdengar,  menjadikan nomor ini menarik dan terkesan mengapung, sementara “Beach” adalah nomor yang sedikit menurunkan temperatur, dengan formula pop yang mengingatkan kita pada suasana album kedua Mew “Half the World Is Watching Me” (2000) seperti pada lagu mereka “Mica” atau “King Christian”, hanya saja “Beach” terdengar lebih matang dan lurus dalam hal tempo. Sedangkan “Cartoons and Macreme Wound” tak kalah menarik perhatian, nomor middle berdurasi 7 menit ini dipenuhi oleh eksplor mereka terhadap bunyi instrumen. Lalu eksplor serupa pada “Hawai” dengan teknik gitar berbeda ditambah suara metallophones dari glockenspiel yang menampakkan atau mungkin mempertegas perubahan mereka tanpa terjebak pada sebuah dramatisasi yang berlebihan maupun sebuah eksperimental musik.

Diproduseri oleh Rich Costey (Rage Against the Machine, Nine Inch Nails, Muse dan The Mars Volta) album yang rilis Agustus kemarin ini untuk sebagian pendengar lama Mew mungkin akan menjadi tipe album yang harus didengarkan berulang..(Eka)

post thumbnail

Endgame : Megadeth

Label   : Roadrunner
[Uncluster/Review]—Tidak ada kata lain selain “dahsyat!!!”,  setelah mendengarkan album terbaru Megadeth, Endgame. Setelah sukses merilis United Abomination pada tahun 2007 dan menggebrak Jakarta di tahun yang sama, akhirnya veteran thrash metal asal California ini pada September 2009 merilis album barunya masih via Roadrunner Records dengan proses pengerjaan yang dimulai pada tanggal 2 [...]

post thumbnail

Wolfgang Amadeus Phoenix : Phoenix

Label    : V2 Records

[Uncluster/Review]—Yang membuat album ke-4 ini berbeda dari tiga album Phoenix sebelumnya, mungkin terletak pada pola baru yang mereka pakai, karena dalam hal materi, album ini terdengar tidak terlalu jauh dengan album mereka sebelumnya, seperti pada elemen dari funk, electronic dan indie rock yang mereka mainkan dalam bentuk minimalis. [...]

post thumbnail

Fleet Foxes: Fleet Foxes

Label    : Sub Pop
[Uncluster/Review]—Adalah folk dengan sentuhan musik modern pada beat maupun sounds yang menjadikan album ini terdengar tidak terlalu baru maupun lama, atau mungkin karena mereka banyak memasukkan elemen alternative  disini, hal yang telah dicoba sebelumnya pada mini album Fleet Foxes terdahulu dengan judul yang sama. Tetapi rilisan album [...]

post thumbnail

Humbug : Arctic Monkeys

Label   : Domino
[Uncluster/Review]—Setelah singel pertama untuk album ini “Crying Lightning” dirilis, sepertinya cukup banyak fans “Monkeys” yang menunggu, cukup banyak pula dugaan dari sejumlah media mengenai Humbug , yang terus merunjung, hingga menjadi sesuatu yang lumrah (karena dibahas terus menerus tiap hari). Sebuah keadaan, yang mungkin dipicu oleh kedudukan mereka [...]

post thumbnail

Horehound : The Dead Weather

Label  : Third Man
[Uncluster/Review]—Mungkin ada benarnya mengenai anggapan tentang Jack White yang tidak akan pernah puas dengan satu band saja, karena terbukti setelah sebelumnya membentuk Raconteurs, kali ini White kembali dengan band terbarunya Dead Weather, sebuah band yang akan lebih tepat jika disebut super group, mengingat ada 3 nama seperti  [...]

post thumbnail

Blood Bank (EP) : Bon Iver

Label : Jagjaguwar

[Uncluster/Review]—Blood Bank adalah rilisan EP terbaru dari penyanyi asal Wisconsin Amerika ini, setelah sebelumnya merilis album For Emma, Forever Ago (2008) yang dinilai impresif dan banyak mendapatkan review positif dari sejumlah media.
Secara musikal, Blood Bank masih memainkan folk dengan berbagai elemen, mulai dari indie-pop hingga ambient, yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. [...]

post thumbnail

Black Clouds & Silver Linnings : Dream Theater

Label   : Road Runner
[Uncluster/Review]—Jika dalam benak kita terbesit pertanyaan band progressive metal mana yang sampai saat ini paling produktif  tidak salah lagi, Dream Theater adalah jawabanya. Setelah dua tahun yang lalu  merilis Systematic Chaos,  tepat di Bulan Juli 2009 ini mereka merilis album terbaru yang bertitel Black Clouds & Silver Linnings. [...]

post thumbnail

It’s Blitz! : Yeah Yeah Yeahs

Label   : Interscope
[Uncluster/Review]—Perubahan emosi yang sifatnya incomprehensible atau tidak terpahami dari seorang kreator pada sebuah band malah terkadang melahirkan karya yang sifatnya momental, dengan kata lain tidak identik sedikitpun dengan karya mereka sebelumnya, yang biasanya jika band bersangkutan telah cukup berumur maka karya tersebut akan banyak dicari dan selalu menjadi wacana [...]

post thumbnail

The Fame : Lady Gaga

Label: Interscope/Kon Live
[Uncluster/Review]—Tampaknya pengalaman selama tiga tahun menjadi penulis lagu membuatnya cukup optimis melangkah lebih jauh. Ya, kini tak hanya sekedar menulis lagu, Lady Gaga juga mulai menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi. Dibantu oleh Akon, salah satu musisi yang selama ini juga kerap membawakan lagu ciptaannya, Gaga kemudian merilis The Fame. [...]



  • News In Brief

    Sorry, this entry is only available in Indonesia.

    Sorry, this entry is only available in Indonesia.

    Sorry, this entry is only available in Indonesia.










  • Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player



    Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player



    Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player