No Sacrifice, No Victory : Hammerfall
Label  : Nuclearblast
[Uncluster/Review]—Di tengah beragamnya konsep dan jenis musik rock (metal) yang ditawarkan hingga saat ini, tampaknya konsep 80-an seperti hard rock, heavy metal, speed metal dan trash metal mulai digemari lagi oleh penggemar musik khususnya rock. Di kancah rock metal dunia, tentu kita tidak bisa mengenyampingkan salah satu negara yang berada di belahan Eropa yaitu Swedia, dimana dari negara itulah banyak bermunculan band-band atau musik yang tentunya menjadi inspirasi bagi musisi musisi baru. Dari Swedia-lah akhirnya kita menemukan salah satu band pengibar heavy metal yang tidak diragukan lagi eksitensinya yaitu Hammerfall.
Di awal kemunculannya, mereka kerap mengusung speed metal. Konsep yang mereka usung hanya di tiga album awal mereka “Glory to Brave” (1997), “Legacy of King” (1998) dan “Renegade” (2000) tapi mulai album “Crimson Thunder” (2002), “Chapter V” (2005), “Threshold” (2006) dan terakhir “No Sacrifice, No Victory” yang merupakan album ke-7 yang mereka rilis dengan menampilkan 11 lagu.
Dari segi lirik mereka masih menyoroti seputar epic, battles fantasy dan kingdom, namun sangat disayangkan dalam album ini telah terjadi pergantian personil dimana posisi gitar yang diisi oleh Stefan Elmgren digantikan oleh Pontus Norgen (ex Talisman) dan Fedrik Larrson yang sempat bergabung di album pertama “Glory To The Brave†kembali memperkuat Hammerfall menggantikan posisi bas yang ditinggalkan oleh Magnus Rosen. Sementara untuk posisi yang lainya tetap tak ada perubahan, Joacim Cans (vocal), Oscar Dronjak (guitar) dan Anders Johansson (drums).
Jika disimak keseluruhan album ini akan mengingatkan kita pada band band 80-an seperti Riot, Raven, Accept, Alcatrazz, Dokken, Stormwitch dan band-band lainya yang sangat berpengaruh di tahun 80-an. Album ini dibuka oleh “Any Means Necessary†lagu yang sangat kental 80-annya, hanya di sini mereka kombinasikan dengan nuansa epic yang cukup megah. Sementara itu lagu yang bertitel “Legion†mengingatkan kita akan konsep awal Hammerfall dimana lagu tersebut memainkan speed dengan riff-riff gitar yang cukup apik dan dinamis. Permainan gitar Pontus Norgren di album ini boleh dikatakan sejajar dengan Stefan Elmgreen dan juga dapat mengimbangi posisi yang dimainkan oleh Oskar Pronjak. Dari awal mereka merilis album, tentu tak lepas dari permainan gitar yang dominan, dalam lagu yang bertitel “Something For The Ages†mereka mencoba bereksplorasi lewat instrumen yang heavy dan sarat akan dominasi gitaris baru Pontus Porgren, dimana pattern dan riff-riff gitarnya sangat rapih. Walaupun konsep yang mereka tawarkan tanpa ada perubahan, di album ini mereka masih menunjukan dirinya sebagai band yang produktif dan mengadakan world tour untuk promo album barunya. Sekarang tinggal bagaimana apresiasi Anda dalam menilai album “No Sacrifice, No Victory” dari Hammerfall. [Guntur 'GMR']






