Old Skull : Necrodeath
Label  : Scarlet Records, 2010
[Uncluster/Review]—Selain Amerika, Jerman dan Brazil, ternyata Italia merupakan negara yang memiliki basic thrash metal yang sangat kuat. Necrodeath adalah band yang berdiri pada tahun 1984 dan merupakan band thrash metal yang sangat berpengaruh di Itali maupun dunia walaupun band ini sering berganti personil.
Di tahun 2010 ini tepatnya Bulan Juni mereka merilis album kesembilan bertitel Old Skull di bawah label Scarlet Records. Selain personil asli yang tersisa hanya Marco “Peso” Pesenti (drums), namun Necrodeath kini didukung oleh Marcelo “Flegias” Santos (vocal), Pier Gonella (guitar) dan GL (bass). Lagu-lagu yang terkemas dalam album Old Skull sebenarnya bukan materi baru melainkan membawakan karya milik band-band metal yang namanya sangat berpengaruh di scene metal dunia.
Selain itu lagu lama mereka dari album Into The Macabre tahun 1987 yaitu Mater Tenebrarum dibawakan dalam versi asli dan versi baru dimana versi baru lagu tersebut sound yang dihasilkannya lebih modern walaupun atmosfer kegelapan dalam lagu tersebut masih terasa mendominasi seperti versi aslinya. Selain itu dalam menyanyikan versi baru lagu tersebut Necrodeath dibantu oleh A.C Wild dari Bulldozer . Bagi penggemar oldschool thrash metal “Slayer†adalah salah satu band yang albumnya wajib dikoleksi dan disimak. Salah satu lagu dari Slayer yaitu ‘Black Magic’ dari album Hell Awaits tahun 1986 tidak luput dibawakan oleh Necrodeath dengan karakter vokal scream.
Sementara itu Bathory yang disebut-sebut sebagai salah satu pelopor band black metal, karya lawasnya dari album Bathory tahun 1984 yaitu ‘Rise The Dead’ dibawakan dengan karakter heavy thrash metal 90an awal, untuk pengisian melodi guitar dibantu oleh mantan gitaris Necrodeath yaitu Claudio. Dalam membawakan ‘Pleasure To Kill’ dari Kreator yang diambil dari album Pleasure To Kill tahun 1986 tempo yang dibawakan cenderung lebih cepat dari versi aslinya terutama dari beat drum dan pattern gitar. Penggabungan yang sangat apik tatkala membawakan ‘Paraniod’ milik Black Sabbath dari album Paranoid tahun 1970, dimana nuansa heavy metal dan thrash metal bisa tersimak sangat dinamis.
Selain itu nomor milik band thrash metal asal Jerman yang sangat produktif yaitu Sodom berjudul ‘Sodomy And Lust’ (album Persecution Mania/1987) juga dibawakan oleh Necrodeath. Ada hal yang menarik dalam lagu tersebut dimana aransemen yang dibawakan cenderung mengarah pada pattern oldschool death metal 80an. Saat new wave of British heavy metal mewabah di Inggris awal tahun 80an, ternyata di sana muncul band pengusung thrash/black metal yang sangat fenomenal yaitu Venom. Karya lawas Venomm, ‘Bloodlust’ dari single Bloodlust (1982) tidak luput untuk disertakan oleh Necrodeath dalam album ini.
Jika dilihat dari sejarah perkembangan thrash metal, tentu saja nama Motorhead tidak bisa diabaikan begitu saja, bahkan para kritisi musik metal pun sepakat mengatakan bahwa Motorhead bahwa mereka adalah pelopor thrash metal. Untuk menghormati sang pelopor tersebut Necrodeath membawakan ‘Ace Of Spades’ (album Ace Of Spades/1980) dengan nuansa thrash yang sangat terpengaruh dengan rock n’roll. Kalau menyimak ‘Am I Evil’ tentunya benak kita akan tertuju pada Metallica dalam Creeping Death/Jump In The Fire, tetapi karya tersebut aslinya milik Diamond Head dari album Lightning To The Nations (1980). Tanpa merubah aransemen Necrodeath membawakan karya tersebut sama persis dengan versi aslinya, namun ada hal yang tidak bisa dihindari yaitu karakter sound yang sangat berbeda dimana sound yang dihasilkan oleh Necrodeath lebih perfect dan jernih dibandingkan dengan sound 80anya Diamond Head dimana karakter soundnya lebih natural karena sistem recording saat itu masih analog.[Guntur]








