Made Of Brick : Kate Nash
Label: Fiction
[Uncluster/Review]—Sepertinya telinga kita harus siap-siap dengan banyak celoteh dan umpatan dari penyanyi berusia 21 tahun ini. Karena sepertinya Kate Nash memuntahkan semua kekesalanya dalam lirik yang mempunyai kesan jenaka, walaupun sebenarnya tidak seperti itu.
Dalam album “Made of Brick” ini, Nash mengeluarkan 5 singel yang semuanya berhasil menguasai chart musik dunia. Dan musik dalam album ini cenderung berada pada wilayah piano rock, sama halnya dengan Sara Rareilles, Nellie Mckay dan yang paling populer Regina Spektor. Mungkin Nash bisa dibilang sebagai penerus mereka.
“Play†sebagai lagu pembuka mempunyai beat yang lumayan buat bergoyang, dengan suara gitar yang terkesan konyol bergaya twee pop, lagu ini mempunyai lyric yang sedikit, hanya mengulang kata-kata “I like to play†dan “I play all day long in my room†di akhir lagu.
Lalu “Foundations†menghentak dengan vokal yang terdengar maksimal. Lagu ini menceritakan tentang perempuan yang muak sekaligus tidak bisa melupakan pacarnya. Dan “Mouthwash†dengan dominasi piano yang tak kalah menghentak dari “Foundationâ€, sangat ramai dan energic, lagu ini adalah gambaran perempuan yang konservatif alias tidak trendy, tidak gaul, dan baginya tidak ada seorang pun yang bisa mengubah keadaannya. Dan dia selalu berharap bisa merasa nyaman dengan keadaannya. Dan kini “Pumpkin Soup” sebuah lagu yang menceritakan perempuan yang berhubungan dengan laki-laki yang tidak dia suka. Dia hanya ingin “bermain-main”, dan tidak yakin hubungan mereka akan berjalan baik. Tapi si laki-laki benar-benar suka padanya…
Album “Made of Brick” adalah gabungan kekuatan lirik dan keramaian piano yang melebur dalam tekstur pop, unik, renyah dan energic. Album ini akan sangat cocok di dengarkan pada saat apapun. [eka]






