Reviews Event

David Benoit Live In Yogyakarta

We’re so lucky! Setelah dalam beberapa kesempatan terakhir, kami gagal menyaksikan penampilan legenda hidup pianis tokoh smooth jazz asal Los Angeles, AS, David Benoit (59) pada perhelatan Java Jazz, akhirnya pada Sabtu (6/10), uncluster.com dapat mengapresiasi penampilan langsung dari musisi yang pernah menjadi nominee Grammy Awards sebanyak lima kali ini di Economics Jazz, sebuah event tahunan edisi ke-17 dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada, di Grand Pacific Concert Hall, Yogyakarta.

Agenda penampilan Benoit kali ini terasa istimewa, karena ia hanya akan tampil di tiga kota Asia, dan Yogyakarta di Indonesia adalah salah satunya, selain Manila dan Tokyo. Menjadi tokoh utama untuk perhelatan Economics Jazz, Benoit tampil bersama saksofonis penerima anugerah Java Jazz Hall of Fame, Michael Paulo, Fred Schreuders (bass), David Hughes (drums), James Tate (gitar), serta didukung tamu dari pentas Jazz nasional; Tengku Adifitrian aka Tompi, yang dua pekan lalu tampil di Locafore 2012, serta dua opening act; penyanyi rupawan yang mulai bersinar, Raisa dan trio RAN.

Limabelas menit molor dari jadwal pukul 19.30 WIB, trio RAN membuka event dan sukses menyulut histeria dari minimal 2.700 penggemarnya hingga tembang penutup yang menjulangkan nama mereka Pandangan Pertama, tuntas 45 menit kemudian. Opening act kedua adalah Raisa. Penyanyi belia yang merintis popularitas via dunia maya (YouTube) ini, sedikit menurunkan tensi groovy dan electronic dari RAN melalui nuansa light jazz, semisal dengan menyuguhkan dua tembang melankolis down-tempo; Cinta Sempurna dan Apalah (Arti Menunggu) yang dikawal choir penontonnya.

Pukul 22.00 WIB, tembang cepat bercorak free jazz, Beat Street (Full Circle, 2006) mengawali pentas David Benoit. Selama karir panjang musiknya, David telah melepas 33 album rekaman sejak Heavier Than Yesterday (1977). Lalu, dua komposisi dari album ke-32, Earthglow, Botswana Bossanova dan Will’s Chill menjadi menu kedua dan tiga. Dua komposisi teranyar dari album Conversation (Mei 2012) merangkai dua karya hasil kontemplasi David tadi; Feelin It, yang berisikan akselerasi notasi rapat, serta Diary of a Wimpy Kid, yang menampilkan gaharnya gitar listrik James Tate.

Memenuhi permintaan khusus dari penyelenggara, tembang yang ternyata telah 20 tahun tidak dimainkan David secara live, Urban Daydreams (Urban Daydreams/ GRP, 1989), menjadi tembang urutan enam. Tembang tribute David untuk legenda jazz Bill Evans lalu hadir lewat Letter to Evan (1992), dan menyuguhkan solo break David yang lumayan panjang. Bagi siapapun yang cinta mati kepada idolanya, kesalahan sedikitpun akan sangat mudah terabaikan. Kenyataan ini tersaksikan saat David sedikit keliru menekan tuts di tembang paling populer Kei’s Song dari album yang membuat dirinya dinominasikan Grammy untuk pertama kali, Freedom at Midnight (1987). Rendisi Kei’s Song yang lebih beraroma sinematik ditampilkan dalam album Conversation dengan menambahi kata Redux di belakang titel lagu.

Usai undur ke belakang panggung sesaat, Michael Paulo unjuk gigi lagi dengan menahan tiupan selama sekira 30 detik dalam Last Tango in Paris yang tidak terlalu bernuansa musik Tango. Tembang blue-jazz yang pernah populer melalui Michael Bolton, Georgia on My Mind (Carmichael & Gorrel) menjadi menu selanjutnya. Terus menuai sorak dan tepuk, Michael memanggil Raisa naik panggung, yang kemudian meliuk-likukkan tembang standar Over the Rainbow.

Atmosfer aula kembali memanas, saat Michael kini memanggil Tompi. Kemudian, conversation untuk makna sesungguhnya dalam jazz, akhirnya mengalir dan meleburkan kendala komunikasi wicara, karena memang David belum dapat berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia, demikian pula Michael, yang banyak menjadi jubir di panggung. Melalui teknik scat singing yang menjadi kojonya kini, Tompi memekik bak suara bayi atau menurunkan timbre ke wilayah rendah. Inspirasi vokal Tompi berdialog dengan fasihnya tiupan sax Michael, lalu bas dari Hughes serta tentunya dentingan grand piano Benoit. Sungguh pemandangan indah! Sesi ini diisi What Will You Do to Love, Come Together (Beatles) dan tembang milik Tompi, Selalu Denganmu. Menyemarakkan suasana, pianis senior Tanah Air yang ada di barisan penonton, Idang Rasjidi juga ditantang Tompi untuk scat beramai-ramai.

Tembang evergreen karya David Foster, Bill Champlin dan Jay Graydon, After the Love Has Gone, yang terdaftar di sampul Benoit/Freeman Project (1994), menjadi menu hadiah selanjutnya, usai Tompi turun panggung. Every Step of the Way (1988), karya David dan Russ Freeman yang mengukuhkan peran penting dirinya di genre smooth jazz (jazz yang mengalir mulus, sederhana, renyah dan easy listening), lalu disuguhkan dan terus menuai apresiasi hadirin, sebelum karya monumental perintis funk jazz, Herbie Hancock, Watermelon Man, ada di jelang akhir konser. Dimainkan sebagai encore, Freedom at Midnight (1987) yang ditemani choir tepuk tangan penonton menjadi menu penutup tepat di tengah malam.

Freedom at Midnight seperti menandai perayaan beterbangan dan bebasnya seluruh energi jazz (mulai dari swing hingga samba, bossa nova, free jazz, fusion, orchestral jazz dan smooth jazz tentunya) melalui sebuah pentas cermin perjalanan panjang musikal David Benoit. Pianis kidal berambut putih ini akan terus berkarya, hingga Tuhan sendiri menghentikan inspirasi bagi talentanya.

*Liputan eksklusif uncluster dari Yogyakarta oleh Rizkal Dicky S.

altogether.

post thumbnail

Java Soulnation Festival 2012

LA Lights Java Soulnation Festival kembali digelar tahun ini pada 28, 29, dan 30 September 2012. LA Lights Java Soulnation Festival menandai akhir bulan September ceria. Seperti tahun lalu, rumusan Soulnation mengundang dedengkot hip hop, band lawas untuk nostalgia, dan menghadirkan musik-musik yang digemari kaum urban ibukota. Dentuman musik disko siap mengundang penonton Istora Senayan, [...]

post thumbnail

Locafore 2012, Day-3

Tiga hari, pasti rasanya masih terlalu singkat untuk para fanatis jazz yang menantikan Locafore 2012 sejak edisi tahun lalu. Namun, agenda yang selalu diadakan sebulan setelah Idul Fitri ini, mungkin akan diadakan lebih awal tahun 2013 nanti.
Minggu (23/9/12) kemarin menjadi hari terakhir Locafore 2012, dan menjadi penghapus dahaga para fanatis jazz serta pembuka hari ketiga [...]

post thumbnail

Locafore 2012 Day-2

Kampanye Hayu Hejo! adalah jargon yang selalu didengungkan pengembang Kota Baru Parahyangan. Maka, dalam setiap pengantarnya sebelum penampilan musisi dimulai, para MC Locafore 2012 Jazz Festival selalu mendorong dan mengingatkan pengunjung untuk tidak meninggalkan sampah dan tidak merokok di area hijau Bale Pare.
Tahun lalu, panggung kecil di area plaza Bale Pare menjadi salah satu dari [...]

post thumbnail

LOCAFORE 2012; DAY-1

Tren musik terus bergulir. Cepat. Termasuk dalam hal penampilan live. Di akhir dekade awal millennium kedua lalu, beberapa pertunjukan musik berkategori festival (terutama jazz di Indonesia) yang tersaji secara cuma-cuma untuk ditonton, marak bermunculan.
Salah satunya adalah Locafore, sebuah agenda tahunan inisiatif dari pengembang Kota Satelit di Kabupaten Bandung Barat, Kota Baru Parahyangan, yang edisi ketiganya [...]

post thumbnail

Pure Saturday, Payung Teduh at Dazzling Hill

Bertempat di Selasar Sunaryo, Bukit Pakar Timur, sebuah pagelaran musik bertajuk Dazzling Hill pun digelar akhir pekan kemarin. Suasana Kota Bandung yang dingin dan tempat yang begitu nyaman untuk sebuah pagelaran musik turut membangun ambience malam itu.
Cascade membuka penampilan dengan setlist yang dirasa pas dengan suasana venue. Alunan musik easy listening disajikan oleh band yang [...]

post thumbnail

The Cardigans Live in Jakarta

Tennis Indoor Senayan kembali bergemuruh setelah sebelumnya legenda hidup Morissey memuaskan dahaga penonton Indonesia. Kali ini ada band Swedishpop, The Cardigans akhirnya mengakhiri penantian panjang fans mereka pada Selasa (14/8) malam. Konser bertajuk Gran Turismo kembali membuat band yang berdiri sejak tahun 1992 ini berinteraksi dengan penggemar setelah vakum selama enam tahun. Dan menariknya, The [...]

post thumbnail

Save a Teen Festival & Planetrox 2012 (Grand Final)

Save a Teen Festival adalah konser amal yang diselenggarakan oleh Sampoerna Foundation bekerjasama dengan Heaven Musik Indonesia. Konser ini bertujuan untuk mengumpulkan donasi untuk membantu anak-anak yang tidak mampu bersekolah ataupun putus sekolah.
“Dana akan digunakan untuk menyekolahkan anak-anak tidak mampu dan dikirimkan ke sekolah bertaraf Internasional di Bali,” ujar Muhammad Rangga, Manajer Program Save A [...]

post thumbnail

Mocca: Dear Friends Reunion Concert

“Selama 10 bulan terpisah dengan kalian, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup saya,” curah Arina Ephipani. Menurutnya, definisi hari terbaik adalah ketika Mocca menggelar konser pertamanya di Tanah Air setelah memutuskan untuk vakum. Sekembalinya Arina dari negeri Paman Sam, band Kota Kembang ini menghelat ‘Dear Friends’, konser reuni di Dago Tea House, Bandung. Responnya [...]

post thumbnail

Jason Mraz Live in Jakarta

Jason Mraz terlihat seperti orang yang menikmati hidupnya dan sangat santai. Begitu pula seharusnya rasa yang ditangkap ketika menyaksikan konsernya. Duduk santai di ruangan terbuka yang nyaman menjadi pilihan terbaik. Cara lain dengan berdiri di lapangan terbuka seperti Jumat malam, 22 Juni 2012. Malam itu lebih dari 5.000 penonton berdiri di Lapangan D Senayan, Jakarta.
Ruang [...]



  • News In Brief

    Gitaris Yeah Yeah Yeahs, Nick Zinner bersama bandnya,  Challenge of the Future, merilis singel amal berjudul “You Can’t Call Off The Dog”

    Frontman Bon Iver, Justin Vernon, merilis singel yang bisa didengarkan secara online berjudul “Byegone” bersama band-nya Volcano Choir

    Lukisan karya Thom Yorke, yang berkolaborasi dengan Stanley Donwood dikabarkan akan dilelang, dan diperkirakan akan terjual pada kisaran harga antara 5.500 hingga 6.300 dolar AS

    Untuk pertamakalinya Metallica akan Konser di China tepatnya di kota  Shanghai pada 13 Agustus mendatang

    Nine Inch Nails akan merilis album ke-8 berjudul “Hesitation Marks” pada 3  September mendatang via Columbia Records

    Album terbaru Kings of Leon, “Mechanical Bull” akan dirilis pada 24  September via RCA records

    Pick gitar milik Ace Frehley (gitaris Kiss) telah terjual sebesar 1,187  dollar AS / 10 juta rupiah dalam sebuah lelang di situs eBay

    Rock N Roll Mafia telah merilis single kedua, “Palpitate” yang berisikan  kolaborasi mereka dengan MALIQ & D’Essentials

    Empat pianis muda Indonesia : Harianto (7), Janice Carissa (14), Rui  Fernando (15) & Ryan Fergusson (17) akan tampil dalam konser di Weill  Recital Hall-Carnegie Hall pada Senin (Selasa waktu Indonesia) setelah  setahun sebelumnya mereka memenangi sejumlah penghargaan pada  International Music Talent Competition 2012 yang diselenggarakan oleh  organisasi bidang musik, American Protege

    Album terbaru Daft Punk, Random Access Memories terjual sebanyak 339.000 kopi selama sepekan terakhir di Amerika, dan menduduki posisi 1 di Billboard 200

    Ringo Starr akan terbitkan e-Book foto The Beatles yang belum pernah dipublikasikan

    CUTS baru saja merilis singel terbaru berjudul  “Teriak Gila”








  • Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player



    Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player