Fariz RM Anthology
Beberapa tahun tidak muncul dalam pentas musik, musisi pop legendaris Fariz RM tepat di hari ulang tahunnya yang ke-54 mengadakan konser bertajuk Fariz RM Anthology.
Pentas yang diadakan di Lorong lobby Mepro Convention Center & Concert Hall, Jalan Soekarno Hatta, Bandung itu dipadati ribuan penggemar dari Fariz RM. Sebelum memasuki venue, penonton menikmati suguhan konser kecil dari Rumah Musik Harry Roesli sebagai persembahan hadiah ulang tahun kepada Fariz RM yang merupakan murid dari almarhum Harry Roesli.
Pentas Fariz RM Anthology dibuka dengan prolog oleh istri almarhum Harry Roesli, Kania. Ia menyampaikan perjalanan hidup seorang Fariz RM sebelum menjadi musisi terkenal dan bergabung dengan komunitas musik Harry Roesli.
Fariz RM muncul degan pakaian bergaya tahun 80an langsung berada di antara keyboard yang menjadi senjatanya. Ia membuka konser ini dengan lagu “Malaria” dengan sorotan lighthing yang mengarah ke Fariz RM membuat suasana panggung menjadi elegan. Setelah menyelesaikan lagu pertama, Fariz menyapa penonton dan berinteraksi menyampaikan terima kasih kepada Bandung yang telah membentuknya menjadi musisi dan terutama kepada Harry Roesli.
Fariz RM langsung memperkenalkan musisi lain yang menjadi pengiring dalam konser ini, Iwan Wiradz (Percussion), Eddy Syakroni (Drum), Michaek Alexander (Guitar), Adi Dharmawan (Bass), Eugene (sexhophone), Yolla Bella Vie (Backing Vocal) dan musisi asal Hungaria, Helga Sedli (Violin). Fariz dengan musisi lainnya langsung menyajikan lagu “Di Antara Kata” dan “Sungguh”. Penonton yang didominasi berumur 30 tahun ke atas sangat menikmati konser walaupun duduk beralaskan karpet tanpa kursi duduk, menjadikan suasana lebih akrab di antara penonton yang lain bahkan dengan Fariz RM, tanpa ada jarak.
Aksi Helga dalam memainkan Violin dalam lagu “Hasrat Cinta” dan “Senam Kampung” membuat suasana menjadi lebih meriah, musisi asal Hungaria ini menampilkan solo violin berduet dengan aksi Fariz RM dalam memainkan piano atau keyboard. Harmonisasi dengan instrumen saksofon yang dimainkan oleh Hegue dalam lagu “Terindah” karya musisi Glen Fredly dan “Suzhie Bhelel” penonton ikut bernyanyi dan menikmati alunan lagu yang dibawakan Fariz RM dengan rekan-rekan musisi yang lainya. Di sela-sela konser Fariz dengan hangat berinteraksi dengan penonton dan menghampiri ketika salah satu dari ribuan penonton yang hadir mengucapkan selamat ulang tahun kepada Fariz.
Menjelang akhir konser Fariz RM menyuguhkan lagu-lagu andalannya seperti “Sakura”, “Barcelona”, “Selangkah ke Seberang” dan diselengi kejutan dari Fariz RM. Ketika Eddy Syakorni dan Iwan Wiradz berduet, Fariz RM menghilang sejenak dari panggung, dan tiba-tiba muncul di balik panggung, kemudian mulai memainkan solo drum yang disambut langsung tepuk tangan dan gemuruh teriakan dari penonton. Selain diadakan dalam rangka peringatan hari jadinya, pentas musik Fariz RM Anthology ini juga sekaligus menjadi konser amal untuk SOS Children’s Villages dan sekolah Hidup Indonesia. [Telly F./M.Iqbal]











