Architecture in Helsinki Live in Jakarta
Meski banyak yang memilih menghabiskan akhir pekan dengan acara sendiri, rasanya pilihan untuk datang ke Fairgrounds dan berpesta bersama kelima orang asal Australia ini bukan lah sesuatu yang patut disesali. Justru sebaliknya, bergoyang dan menikmati suguhan musik indie pop/electronica ala Architecture in Helsinki (AiH) benar-benar menjadikan Sabtu (10/3) malam cukup ‘melelahkan’ karena Cameron Bird, Jamie Mildren, Sam Perry, Kellie Sutherland dan Gus Franklin tak henti membuat penonton bergoyang.
Membuka penampilan AiH, menjadi suatu kehormatan tersendiri bagi Bottlesmoker, yang mengaku sudah mendengarkan band ini sejak 2003 dan menegaskan bahwa ini adalah salah satu band favorit mereka. Tampil dengan kostum yang mereka bawa dari video klip terbaru, ‘Boredom and Freedom’, duo ini mengantarkan penonton ke penampilan AiH lewat nomor seperti ‘Vagabond’, ‘Slo Mo Smile’ dan ‘Le Voyage’. Untuk menemani penampilan mereka, ada visual art yang bisa disimak penonton dari layar sisi kanan kiri panggung yang merupakan karya seorang teman sekaligus artist asal Perancis, Sebastian.
Pukul 10 malam, pesta dimulai. Area penonton yang tak terisi penuh, menyisakan cukup ruang bagi penonton bergerak dan bergoyang mengikuti musik danceable dari ‘Escapee’, ‘Contact High’, ‘Everything’s Blue’, I Know Deep Down’ dan koleksi lama seperti ‘Hold Music’, ‘It’5’, ‘Like It or Not’, ‘Debbie’ dan ‘Wishbone’.
Dari lima album yang dirilis, bisa dibilang album kelima/terbaru yang bertajuk Moment Bends (2011) mendulang sukses lebih ketimbang pendahulunya dimana langsung bertengger di posisi keduabelas chart musik Australia, ARIA. Agaknya karena album ini memiliki pengaruh musik populer yang easy listening. Sementara yang tak berubah dari album ini adalah banyaknya instrumen yang dilibatkan. Mulai dari synthesizer yang terdengar mendominasi di album ini lalu juga ada percussion, trombone, saxophone, melodica sampai instrumen standar seperti keyboard, gitar dan bass.
Selain sibuk bergonta ganti instrumen selama penampilan, personel AiH juga aktif mengajak penonton bergoyang mengikuti gerakan mereka. Untuk posisi vokal sang frontman, Bird juga bergantian dengan Sutherland yang sempat membawakan cover version lagu Kim Carnes berjudul ‘Bette Davis Eyes’. Penampilan Sutherland memang mencuri perhatian, selain karena ia satu-satunya personel perempuan, ia juga terlihat aktif bergerak ke sana kemari memainkan instrumen dari keyboard hingga sempat sejenak memainkan gitar yang disambut tepuk tangan penonton. Ia juga termasuk yang paling aktif berinteraksi dengan penonton.
Memulai penampilan dengan ‘Desert Island’ yang sangat nge-pop dan easy listening, lalu menutupnya dengan single ‘Heart It Races’ yang dihiasi bunyi-bunyian unik, suara-suara dan gerakan khas para personel yang diikuti oleh penonton. Ya, pembuka yang manis, penutup yang meriah, ditambah 15 lagu lainnya yang tak kalah seru, Architecture in Helsinki sukses membuat malam minggu ini menyenangkan. [teks:Martha/foto:Karlina Octaviany]









