ROCKVOLUTION Warm Up Show
Besok Bubar ternyata tidak jadi bubar. Mereka bermain dengan liar. Rock yang keras membuka Kamis malam (21/7) di Hard Rock Cafe (HRC) Jakarta. Penonton masih lengang. Besok Bubar bukan kali pertama beraksi di HRC. Sebelumnya mereka menggung di hadapan keluarga yang sedang makan malam. “Dan mereka tutup kuping. Ini Hard Rock Cafe!” ujar sang vokalis. Rockvolution Warm Up Show memanaskan penonton untuk menyaksikan festival Rockvolution yang berlangsung selama dua hari itu.
Tonight Alive dari Sydney, Australia membawakan pop punk masa kini. Sang vokalis perempuan menjadi daya tarik utama. Dia berlari dari sisi panggung ke yang lainnya dan melompat-lompat dengan energik. Band yang belum dinaungi label rekaman ini akan merilis albumnya dalam waktu dekat.
Tonight Alive menggandeng vokalis Rufio untuk satu lagu. Penonton pun semakin ramai di depan panggung. Band ini pun melanjutkan dengan sesi akustik. Sang vokalis sempat bercanda dengan berpura-pura hendak mencium gitarisnya. Tapi, dia langsung tertawa. Suasana sendu akustik tidak berlangsung lama. Mereka lanjut memanaskan malam lagi.
Penampilan The Datsuns paling dinantikan. Penonton sudah maju ketika mereka checksound. Band asal Cambridge, New Zealand ini memiliki gaya rock klasik dengan rambut panjang keriting dan celana jeans flare. Band hard rock ini tepat bermain di Hard Rock Cafe.
Dolf de Borst (vokal, bass), Phil Somervell (gitar), Ben Cole (drum) dan Christian Livingston (gitar) bermain dengan hentakan keras. Band yang pernah bermain di Ozzfest dan Big Day Out ini mengajak penonton berteriak keras untuk menyanyikan liriknya. Penonton yang kurang padat ini pun dengan semangat berteriak.
Sittin’ Pretty, Maximum Heartbreak, dan Hey, Paranoid People ditampilkan dengan performa atraktif aksi liar gitar. Girls Best Friend dibawakan menggoda oleh Dolf. The Datsuns memastikan mereka tetap terlihat dan terdengar keras. Harmonic Generator membuat Hard Rock Cafe sejati dengan namanya. Mereka sempat pergi sebentar untuk beristirahat. Tak lama, mereka kembali atas permintaan penonton. Penggemar yang datang membuktikan mereka benar-benar tahu lagu-lagu The Datsuns. Malam itu bukan lagi Warm Up, penonton sudah panas. The Datsuns menyuguhkan pertunjukan yang intim, keras dan liar. [Karlina Octaviany]









