VOX, Cerdas dan Merakyat
Istilah “Vox Populi Vox Dei” yang berarti “suara rakyat suara Tuhan” telah menginspirasi empat pemuda asal Surabaya ini melabeli band mereka dengan sebutan yang cukup mudah diingat, VOX. Musik cerdas dan sangat merakyat, begitulah mereka menggambarkan musik mereka.
Setelah dibentuk sejak 2006 dan sempat juga masuk dalam 10 besar LA Light Indifest 2006, Vega (gitar), Joseph (bass), Donny (keyboard dan vokal) dan Mayo (drum) akhirnya merilis album pada 26 Juli 2008. Dengan mengusung folk rock, mereka ingin membuktikan bahwa musik mereka juga bisa dinikmati dan disenangi oleh penikmat musik di Indonesia. Tak hanya kalangan muda, tapi berbagai usia diharapkan dapat menikmati musik mereka. Rasanya, harapan ini tidak berlebihan, jika mengingat di awal perjalanan karir mereka yang hanya manggung di acara-acara tertentu saja, lagu-lagu mereka sudah sangat sering diputar di beberapa stasiun radio di Surabaya.
Uniknya lagi, semua personil band yang awalnya memiliki vokalis perempuan ini, bisa bernyanyi. Sejak ditinggal oleh sang vokalis, mereka berempat berkomitmen bahwa semua harus bisa bernyanyi, sehingga tak heran masing-masing mendapat bagian bernyanyi di setiap lagu mereka. The Beatles, Beach Boys, Rolling Stones dan Queen adalah influence band yang mengaku tidak mememiliki aliran khusus ini. Kita bisa mendengarkan unsur blues, rock ‘n roll, gospel, soul dan doo wop dalam lagu-lagu yang mereka bawakan.
“Pada Awalnya†adalah hits single yang mereka percaya akan menjadi sebuah perkenalan yang pas bagi VOX kepada penikmat musik Indonesia. Beat yang bersemangat, lirik yang sangat mudah dimengerti dan sangat positif. Lagu ini mereka ibaratkan sebagai menu makanan yang sangat bervariasi dan sangat menggugah selera.






