Interviews

Ucay: Keluar dari Rocket Rockers, kehidupan saya mulai dari nol lagi

Noor Al-Kautsar dikenal sebagai vokalis band pop punk kenamaan asal Bandung, Rocket Rockers. Banyak yang terkejut ketika Ucay memutuskan untuk keluar dari band yang telah melambungkan namanya. Informasi mengenai keputusannya untuk resign sempat dibeberkan melalui akun twitter miliknya, @AlakaUcay pada November 2012.

Terhitung 1 Januari 2013, setelah 13 tahun berkarir bersama Rocket Rockers, Ucay akhirnya  resmi mengundurkan diri. Kepada Uncluster, Ucay bercerita banyak mengenai pengalaman positif dan negatif selama bersama Rocket Rockers, perbedaan idealisme hingga usaha seriusnya untuk menekuni  bidang wiraswasta yang sedang dijalaninya dan mencoba untuk lebih dekat  dengan Tuhan.

Ada perasaan menyesal setelah resmi resign setelah Rocket Rockers?

Ga ada sih. Saya keluar juga karena ada sesuatu yang kontradiksi dengan idealisme. Daripada saya memaksakan kehendak saya di band yang emang kesemua personilnya ga bisa menjalankan, ya lebih baik saya keluar aja daripada menjadi duri dalam daging. Saya sempat mengajukan untuk resign tanggal 3 Februari 2012, jauh sebelum adanya kasus-kasus yang menyerang saya, namun saya masih pengen bikin karya-karya supaya bisa menggaet Rocket Rockfriends yang baru, sambil menyuntikkan sisi-sisi positif dari lagu dan lirik yang saya buat.

Alasan memutuskan kontrak bersama Sony Music?

Di tahun 2006 materi album Better Season udah beres sih, tapi ga (kunjung) dirilis sama pihak Sony dan akhirnya bikin lewat label sendiri (Rich & Reach Records) di tahun 2008. Akhirnya mikir kalau kita harus punya lagu yang menjual nih. Otomatis kalau mau bikin lagu yang komersil kita harus tahu yang lagi ngetren sekarang dan kita menemukan lagu-lagu cinta dengan lirik-lirik yang kontroversi. Kondisi band pada saat itu emang lagi membutuhkan biaya untuk produksi album terbaru dengan kondisi baru keluar dari major label tahun 2008.

Puas dengan hasilnya?

Kalo dari segi musik sih saya suka, tapi kalau secara lirik saya merasa bersalah karena ngebuat orang jadi tambah galau dan orang menjadi berpikir sinis terhadap pasangannya. Jadi ada beberapa sisi negatif yang saya keluarin lewat lirik dan itu jadi salah satu beban untuk ke depannya. Saya akui itu emang kesalahan saya yang ga bisa tegas karena emang situasi yang memaksa saya untuk seperti itu.

Selepas resmi mengundurkan diri dari Rocket Rockers, sekarang punya kesibukan apa aja?

Kalo sekarang sih ngejalanin bisnis yang emang udah lama berjalan, College Star, FYC dan Ayam Suwir Honje.

Mau serius ngejalanin bidang usaha tersebut?

Harus serius sih kalo mau ngejalanin sesuatu. Di dalam Islam diajarkan bahwa berdagang  itu emang salah satu pekerjaan yang dianjurkan, jadi, saya pengen belajar berdagang. Kalo di musik, saya banyak masalah kontra dalam idealisme, kemudian saya mencari sesuatu yang saya merasa aman buat ke depannya.

Apa kabar dengan Modern Mode dan Broadcast The Truth?

Sebenarnya dua band itu hanya sebatas penyaluran hasrat diluar Rocket Rockers. Ketika saya keluar dari Rocket Rockers emang di dua band proyekan ini saya vakumin dulu, karena saya emang ga punya planning buat bikin musik lagi. Saya pengen istirahat dari dunia permusikan dulu lah, saya mau mendalami tentang keyakinan saya dan belajar tentang ilmu berdagang.

Band lokal yang bagus gimana sih?

Band lokal yang bagus kalau kata saya band yang mempunyai karakter. Kan banyak band yang ber-skill tapi kalo ga punya karakter, ya kalau kata saya sih percuma. Ada satu-dua-tiga band kedengarannya sama semua, bagi saya itu kurang. Meski skill-nya setinggi langit tapi kalau karakternya kuat, mudah diingat, nah, itu tuh baru band yang bagus. Selain karakter, si band yang punya pemikiran-pemikiran yang berani untuk kontra dengan scene-nya. Contohnya, musik punk yang garis besarnya ngomongin soal rebellion, sosial dan ekonomi tapi kalau musiknya kita punya pemahaman yang berbeda bolehlah kita ngambil musikalnya punk rock tapi dengan lirik tentang keyakinan. Mungkin itu bakal jadi kontradiksi di kalangan scene punk, namun justru menurut saya itu yang beda.

Kang Ucay dulu sempat jadi chef editor di Ripple selama 7 tahun. Ada perbedaan ga sih antara majalah cetak dengan majalah website di era sekarang?

Perbedaannya mungkin dari segi passion yah. Kalau dulu Ripple kan dimulai dari scene underground tahun 90an dan informasi emang mandet. Kita butuh banyak baca untuk medapatkan suatu informasi, tapi kalau orang yang emang butuh informasi itu dan respect sama yang kita informasikan mereka pasti beli majalah Ripple. Kaya misalkan, gue pengen tau nih berita tentang band-band baru, gue pengen tahu scene indie sekarang lagi ngapain atau kemaren ada acara apa nih, mereka pasti beli Ripple. Ya, itu kelihatan mana temen-temen yang concern sama scene underground atau indie movement dan orang-orang yang cuek-cuek aja. Kalau sekarang media udah murah, karena sekali ngebuka webzine lu bisa ngasih informasi yang luas dan bisa di-post via twitter juga. Sekarang orang-orang lebih cenderung informasi yang dia suka aja, beda dengan majalah yang pasti dibaca semuanya dalam whole package, sayang kan udah beli majalahnya tapi ga dibaca semua. Nah, passion itunya yang ilang.

Apa kabar dengan Spikesound?

Ancur-ancuran. Hahaha

Haha, bisa ceritain tentang sejarahnya?

Spikesound itu awalnya kru-kru dari anak-anak Prambors Bandung dan kebetulan waktu itu lagi ada pemutihan, program-program seperti Rock Comedy Attacks, Local Heroes itu di-cut dan semua penyiar dan informasi didatangkan langsung dari Jakarta. Saya ga tau ini apa karena si perusahaan yang berusaha meminimalisir pengeluaran gaji untuk karyawannya atau lain, saya ga tau. Terus kita mikir lah, ngapain kita orang-orang Bandung dikasih informasi tentang Jakarta? Meski banyak yang lagi demo di bundaran HI, toh orang Bandung ga akan peduli, haha.

Terus awalnya ngebentuk Spikesound gimana?

Selepas dari itu,  saya sama Yas Budaya (Alone At Last), Ami (Nudist Island) dan temen-temen yang lain akhirnya bikin media sendiri, berupa radio streaming Spikesound. Sebenernya sistemnya kan tapping harusnya sih gampang, tapi karena semua temen-temen yang lain udah pada kerja dan sibuk masing-masing, jadi statusnya juga ga jelas bubar apa ga, tapi yang jelas sih in hiatus. Haha

Tahun berapa itu?

Hmmm 2010-1011.

Pengalaman berharga selama di Rocket Rockers?

Kalo gue liat sih Allah punya rencana, semua kesalahan dan miss yang ternyata saya sadari tadi di awal saya bicarakan itu, mungkin saya dijebloskan dulu di situ. Saya ga menyebutkan Rocket Rockers adalah sebuah kesalahan, tapi ini adalah sebuah pembelajaran. Sebuah pengalaman yang bisa saya sharing ke generasi selanjutnya untuk punya awareness yang lebih baik lagi, terutama di dunia musik. Dulu saya gabung Rocket Rockers saya hanya ingin having fun aja, anak SMA yang baru lulus, menyukai Blink-182, NOFX. Awalnya dari masuk industri musik kemudian jadi karir sampai akhirnya masuk major label dan buat label sendiri dan bahkan tur Asia dan Eropa. Itu semua pengalaman yang luar biasa sekali, dan orang lain belum tentu bisa ngerasain hanya gara-gara sebuah band pop punk. Saya bisa mengambil kesimpulan bahwa saya harus berada di jalur musik dulu supaya nantinya saya bisa ngomong sesuatu. Karena di musik itu kita mengumpulkan massa, lambat laun mereka mengikuti apa yang kita pakai, ucapkan dan kita mainkan. Semua momen saat berada di Rocket Rockers itu adalah berharga, positif dan negatifnya adalah pelajaran. Kenapa saya keluar sekarang? Ya, ini namanya sikap.

Last words buat Rocket Rockfriends?

Buat Rocket Rockfriends sih gue dapet beberapa twit yang terkesan fanatik, jangan kaya gitu deh. Jangan terlalu berlebihan dalam menokohkan seseorang, mau itu gue atau personil yang lain. Kita boleh terinspirasi ini atau itu, tapi mohon kadarnya tolong diperhatikan jangan terlalu hysterical lah. Gue sih mendingan dijauhin karena ngomong gini daripada gue ngejilat-jilat orang untuk menyukai gue. Kalo yang lain buat apa? Haha

Yah, mungkin kaya jangan lupa untuk mampir-mampir ke toko gitu. Hahaha

Iya itu juga,  support dagangan gue FYC, College Star sama Ayam Suwir Honje. Hahaha.

[Teks: Dean Genial Iqbal | Foto: Uncluster/Dean]

post thumbnail

Muhammad Akbar: Materi Baru A Stone A Lebih ‘Galau’

Muhammad Akbar adalah seorang yang dikenal sebagai seniman video, visual artist (Killafternoon), musisi (vokalis A Stone A & Fix Future) dan desainer grafis yang sudah mempunyai berbagai macam pengalaman yang mencatumkan namanya di berbagai media kreatif, baik itu berbentuk video, musik maupun artwork. Di sela-sela pagelaran pameran perdananya yang berjudul “Tatapan Tak Terlihat” di Selasar [...]

post thumbnail

For The Flames Beneath Your Bridge

Band pengusung freestyle hardcore asal Jakarta, For The Flames Beneath Your Bridge (FTFBYB) baru saja meluncurkan album pertama mereka yang diberi judul LXX.VII. Sebuah album yang akan mengingatkan kita akan dosa-dosa kita, yang secara tidak sadar sering kita lakukan. Album ini juga menjanjikan orgasme telinga di titik yang paling maksimal. Uncluster.com berkesempatan berbincang dengan Ekrig, [...]

post thumbnail

Adjie Esa Poetra : Bernyanyi Adalah Pekerjaan Hati

Setiap orang yang menggeluti dunia tarik suara dan berdomisili di Kota Bandung mungkin sudah tidak asing dengan sosok Adjie Esa Poetra, seorang guru vokal yang telah mendedikasikan ilmunya dari tahun 1975, lewat tangannya banyak lahir penyanyi yang layak di perhitungkan, seperti Rita Efendi, Melly goeslaw, dan Rossa.
Teknik olah vokal yang diwariskan kepada [...]

post thumbnail

Always Hard to Make a Change, Just Like How to Stay the Same

Muncul sejak 2005 dan sempat menjadi finalis salah satu festival musik di Indonesia, band asal kota Bandung yang terdiri dari Ariel William (vokal), Fikri Hadiansyah (gitar), Agung (bass), Rangga Saylendra (drum) ini mempunyai influence berbeda beda. Suara vokal yang terdengar seperti Greg Gilberts dan Jeff Buckley, sementara gitar kadang terdengar segarang At-The Drive tapi juga [...]

post thumbnail

Strangers

Ketika kembali menjadi peserta Global Battle of the Band (GBOB) World Challenge 2010 yang kedua kalinya, Strangers berhasil menjadi wakil Indonesia untuk menunjukkan performa dan karya mereka di Kuala Lumpur, bersama wakil lainya dari sekitar 26 negara dalam ajang Global Battle of the Band (GBOB) World Challenge 2010.
Sebelumnya di tahun 2008, band yang digawangi oleh [...]

post thumbnail

Adrian Adioetomo

[Uncluster/Interview]—Bagi penggemar musik blues tanah air mungkin sudah tidak asing dengan nama Adrian Adioetomo, seorang musisi blues kelahiran Balikpapan yang piawai memainkan gitar dobro ini, telah merilis 2 album dan sedang bersiap dengan rilisan baru berikutnya.
Karya pertama Adrian Delta Indonesia sengaja dibuat kuno dengan tujuan menjadi semacam salinan yang serupa dengan delta-blues tahun 30an, atau [...]

post thumbnail

Exclusive Interview with Lanvall and Sabine ‘Edenbridge’

[Uncluster/Interview]—Solitaire adalah titel album ketujuh yang dimiliki oleh band pengusung symphonic power progressive metal asal Austria, Edenbridge yang secara resmi dirilis pada tanggal 2 Juli 2010 oleh Napalm Records. Rencananya mereka akan menggelar konsernya di Indonesia pada tanggal 8 Juli (Jakarta), 9 Juli (Solo) dan Malang 12 Juli 2010, namun konser tersebut [...]

post thumbnail

Bangkutaman : The world should listen to what we have!

[Uncluster/Interview]—Band yang terbentuk di tahun 1999 ini merupakan salah satu band indiepop asal Yogyakarta yang terbilang sangat konsisten dengan cita-cita mereka dari awal. Beranggotakan Wahyu Nugroho / Acum (vokal/bass), Justinus Irwin (gitar), Dedyk Eryanto (drum), mereka terakhir kali merilis album berjudul IX, di akhir 2009 yang sengaja dibagikan gratis via sebuah net [...]

post thumbnail

Zeke Khaseli

[Uncluster/Interview]—Sukses bersama Leo, Yudi dan Iman lewat Zeke and the Popo, kini  sang frontman muncul dengan solo project. Di project ini, Zeke Khaseli menikmati sekali proses mengaransemen lagu dan mengonsep sendiri penampilannya. Mengaku ingin memberikan sebuah sajian yang komplit kepada penonton, Zeke meramu musik dari berbagai instrumen pilihan dan lirik yang lugas dikombinasikan [...]



  • News In Brief

    Erwin Gutawa sudah menyiapkan komposisi baru miliknya untuk dimainkan dalam pagelaran musikal tari bernuansa Betawi, Airah di Monumen Nasional (Monas), 28-30 Juni 2013

    Mantan vokalis The Mars Volta, Cedric Bixler-Zavala, telah mengumumkan band barunya yang diberi nama Zavalaz

    Tahun ini Franz Ferdindand akan merilis album baru /kelima yang berjudul ‘Right Thoughts, Right Words, Right Action’

    Di usia 25 tahun, KLa Project akan menggelar konser elektronik di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta pada 26 Juni 2013 dan konser KLAkustik II yang rencananya akan diselenggarakan akhir 2013

    White Shoes and The Couples Company akan merilis mini album berisikan lagu daerah pada 20 Mei, di antaranya berisi “Lembe Lembe” asal Maluku dan “Cangkurileung” asal Jawa Barat

    Queens of the Stone Age akan merilis album baru / ke-6 yg berjudul …Like Clockwork pada 3 Juni 2013

    Dr Valorie Salimpoor, salah seorang peneliti di Montreal Neurological Institute, mendapat kesimpulan dari penemuan terbaru timnya  bahwa mendengarkan musik / lagu baru bermanfaat dan merangsang otak untuk menjadi aktif

    Camera Obscura akan merilis album baru ‘Desire Lines’ pada bulan Juni mendatang

    Prince, Sting, Leonard Cohen dan Marcus Miller akan memeriahkan festival jazz tahunan Montreux di Swiss, Juli mendatang










  • Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player



    Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player



    Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player