Evita
Bila menyebut Argentina, bagi penggemar sepak bola, ingatannya terpatri pada si “tangan Tuhan”, Maradona atau kelincahan kaki Messi. Bagi peminat tari, ingatannya terayun di antara entakkan sol sepatu pada lantai dan keanggunan gerakan tangan dalam Tango. Bagi pemerhati musik dan film, Evita, tak mudah luput dari ingatan.
Dikemas dalam bentuk drama musikal atawa opera yang berkonsep rock, album Evita dirilis pada 1976. Hasil kolaborasi dua seniman Inggris bertangan Midas : Andrew Llyod Weber pada musik dan lirik ditulis Tim Rice. Single-nya “Don’t Cry for Me Argentina” melalui vokal Julie Covington yang memerankan Evita Peron, bertengger di posisi puncak UK Singles Chart. Menjelang tutup tahun – di Inggris Raya saja – album Evita terjual 10.000 keping.
Kisah Evita dua tahun kemudian dipentaskan di Prince Edward Theater pada 21 Juni 1978. Pemeran Evita digantikan oleh Elaine Paige, pemain lainnya ada David Essex memerankan tokoh Che dan Jack Ackland sebagai Juan Peron. Hingga pertunjukkan pamungkas pada 8 Februari 1986, Evita telah dimainkan 2900 kali.
Kisah Evita pun disambut baik di Amerika. Sejak kali pertama dibuka pada 15 September 1979 dan ditutup 26 Juni 1983, Evita naik panggung sebanyak 1567 kali di Broadway Theater. Peran sentral Evita dimainkan Patty LuPone.
Pada 1996, kisah Evita dikemas dalam pita seluloid. Ratu Pop Dunia, Madonna, mengisi peran utama Evita. Bintang lainnya, Antonio Banderas berperan sebagai Che dan aktor Jonathan Pryce sebagai Juan Peron. Layar lebar Evita yang disutradarai Alan Parker berhasil merebut Academy Award untuk Best Original Song : You Must Love Me. Lagu baru yang tidak terkemas di album kaset dan pertunjukkan panggung sebelumnya.
Panggil Aku Evita
Kisah kehidupan Evita bagaikan dongeng Cinderella dalam versi telenovela khas Latin. Bermula dari hubungan gelap Juana Ibarguren yang bekerja sebagai juru masak yang bekerja pada tuan tanah Juan Duarte. Pengakuan sang Bapak melekat pada namanya, Maria Eva Duarte. Namun itu tak cukup untuk merubah status Eva yang terlahir dari rahim kasta pariah dan anak jadah.
Fase pubertas, 15 tahun, Eva hijrah ke Buenos Aires. Di sanalah nama Eva mulai dikenal publik dan kemudian menjadi bagian sejarah penting Argentina. Eva melaluinya dengan tidak mudah. Adalah drama opera sabun di Radio El Mundo – di mana media ini masih menjadi saluran hiburan yang diminati – nama Eva menancap di hati publik. Kisah-kisah yang diperankan menampakkan apa yang diidamkannya: perempuan yang menjadi magnet perhatian dalam pusaran kekuasaan. Ia memerankan Elizabeth I dari Britania dan Tsarina Rusia terakhir.
Puncak perhatian publik Argentina dan bahkan dunia, ketika Eva menjadi istri Kolonel Juan Peron, yang kemudian menjadi presiden. Dalam rentang 6 tahun sebagai Ibu Negara (1946 – 1952), manuver-manuver politiknya memosisikan diri di pihak kasta pariah, sebuah pilihan yang membuat namanya tidak disukai kalangan menengah kaya terdidik. Bahkan suaminya sendiri.
Kaum kasta pariah mendapat perhatian besar Eva. Khususnya untuk perempuan miskin. Pengalaman hidupnyalah yang membuat Eva mengetahui betul bahwa kemiskinan menjadikan perempuan sebagai warga kelas dua. Rumah, pendidikan, dan kesehatan menjadi perhatian utama bagi kaum perempuan miskin. Untuk itu, Eva mendirikan Partai Peronis Perempuan. Muncul anggapan kendaraan partai ini digunakan sebagai alat ambisi politik dirinya. Lainnya menduga partai ini untuk mempertahankan status quo Juan Peron. Tapi yang jelas manuver politik Eva mendapat dukungan kaum kasta pariah. Sadar akan begitu kuatnya kecintaan mereka terhadap dirinya – bahkan menjadi pengkultusan – Eva meminta pada mereka untuk memanggil namanya dengan Evita. Berarti Eva kecil,sebentuk ungkapan rasa sayang.
Di pihak lain, tindakkan populis Eva dirasa mengganggu status quo militer juga kalangan menengah kaya dan terdidik. Eva di mata sisnisme mereka tetaplah Eva yang kasta pariah. Perempuan yang terlahir di luar pernikahan dan tanpa pendidikan formal.
Bagaimana pun, tak ada seorang Ibu Negara yang mampu menandingi kepopuleran Evita. Perjalanan hidupnya semelodramatik kisah-kisah yang pernah ia perankan dalam drama radio. Penuh intrik, kontroversi, dan menginspirasi. Kisah yang “seksi” untuk dipentaskan.
New York Post melansir bahwa Evita kembali akan mentas pada 2012. Pementasan yang rencananya secara resmi akan dibuka di bulan April. Menghadirkan bintang pop Ricky Martin yang berperan sebagai Che, tokoh rekaan Tim Rice. [Ian Kameswara]








