Sleborz: Pameran Tunggal Mufti Priyanka (Amenk)
Mufti Priyanka atau yang akrab disebut Amenk, pada Jum’at (24/06) membuka pameran tunggal hasil karyanya selama kurang lebih 6 tahun dari 2005-2011. Ada kurang lebih 60 lukisan amenk dipamerkan di Padi Art Ground Jl. Ir. H. Juanda no 329 Bandung.
Acara ini sendiri digagas oleh PADI Artground, komunitas yang mempunyai misi, PADI Artground 360 artist series. Amenk adalah orang pertama yang menjadi bagian dari program tersebut. Sosok Amenk sendiri tidaklah asing bagi musisi dan komunitas seni di Bandung. Karya-karya lulusan pendidikan seni rupa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini dapat kita temui di berbagai sampul album, poster-poster perhelatan musik, serta marchendise beberapa band indie di Bandung. Karya-karya Amenk yang ditampilkan pada pameran ini, banyak terinspirasi oleh kecintaan Amenk terhadap musik serta lifestyle tahun 70an. Selain itu tema-tema seperti sosial politik dan gaya ungkap yang agresif memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perjalanan karirnya hingga sekarang.
Menurut kurator pameran, Rifandy Priatna dalam press release-nya acara ini diberi nama Sleborz. Kata Slebor dimaksudkan sebagai sebuah frase yang mampu menggambarkan keseluruhan kesan dan bahasa visual yang digunakan sebagai penyampaian dari karya – karya Amenk kali ini.
Acara dibuka pada pukul 16.00 namun baru tampak ramai oleh pengunjung selepas adzan maghrib. Para pengunjung yang datang sebagian besar adalah teman-teman dari Amenk sendiri yang terlihat memberi selamat atas pameran tunggal pertamanya itu. Dan di atas panggung sederhana Amenk yang juga gitaris band A stone A ini beberapa kali mengucapkan terima kasih kepada pengunjung pamerannya ini.
Selain pameran tunggal hasil karya Amenk, acara juga dimeriahkan oleh penampilan band seperti Mati Gajah Jasus, Marabunta dan Anjing Balada. Marabunta malam itu tampil dengan musik bernuansa elektro mereka cukup menghangatkan suasana dengan mixing lagu-lagu elektro berirama disco. Dan Anjing Balada menjadi band yang paling menghibur penonton malam itu, karena lirik lagu mereka menggunakan Bahasa Sunda dan terdengar seperti menonton panggung komedi karena penonton dibuat tertawa dengan lirik-liriknya yang nakal, serta jenaka itu.
Bagi yang ingin melihat karya-karya dari Amenk acara ini berlangsung dari tanggal 24 Juni 2011 – 8 Juli 2011, dan akan diselenggarakan juga artist talk pada tanggal 5 juli. Di sana Anda bisa melihat karya – karya Amenk yang cukup nyeleneh namun mengandung pesan -pesan moral. [Muhamad Iqbal]
Filed Under: News







