Penjualan Musik Global Turun Sebesar Tiga Persen

Penghasilan musik secara keseluruhan tahun lalu (2011) jatuh di jumlah terkecil sejak 2004, dan kalangan industri menegaskan reaksi histeris atas pengajuan Sopa dan Pipa di US tidak akan menyurutnya niat mereka memerangi pembajakan digital.
Penurunan sebesar 3 persen ini menjadikan total pendapatan hanya sebesar 16,2 miliar US Dollar, menurut perhitungan badan industri musik internasional. Penjualan CD turun sebesar 9%, sementara penjualan digital naik sebesar 8% melewati 5 miliar US Dollar untuk pertama kalinya. Eropa menjadi kawasan dengan pertumbuhan penjualan digital tercepat dengan angka lebih dari 25%, UK 20% dan Amerika Latin 15%; Asia (di luar Jepang) naik sebesar 12% dan secara global keuntungan industri 32% dari sumber digital.
Meningkatnya penjualan digital ini didukung oleh ekspansi internasional dari iTunes (Appel), Spotify dan Deezer dan gelombang pengguna yang mengakses konten menggunakan smartphone dan tablet. Hasilnya, jumlah pengguna yang membayar untuk berlangganan ke sebuah layanan musik menanjak 65% tahun lalu hingga 13,4 juta.
Kabar menurunnya pendapatan musik global muncul bersamaan dengan permintaan label rekaman kepada pemerintah untuk mengambil tindakan keras terhadap situs pembajakan (dengan kemenangan yang paling dikenal adalah perseteruan atas LimeWire, Pirate Bay dan yang terbaru MegaUpload) dan meningkatkan pemakaian dan pertumbuhan servis musik legal.
Kepala Eksekutif IFPI (International Federation of the Phonographic Industry), Frances Moore, mengatakan bahwa perushaaan rekaman telah tampil baik dalam memerangi pembajakan internet. Ia juga mengritisi penentang Sopa dan Pipa (yang ditangguhkan setelah kampanye dimana Wikipedia menutup versi Inggirsnya selama 24 jam dan situs raksasa seperti Google dan Twitter juga mengekspersikan kepedulian mereka) dan berjanji bahwa pertarungan ini masih jauh dari selesai.
“Yang jelas US masih berkomitmen memerangi pembajakan,” ujar Moore. “Kami sudah melihatnya pada Megaupload dan tahun lalu LimeWire. Dalam jangka panjang tidak mudah untuk memajukan ini, terutama dengan bentuk reaksi yang histeris sebagaimana telah kita lihat di Sopa dan Pipa.” Moore melanjutkan, “Ini bukan kasus ‘apakah AS akan mengatasi pembajakan’, tapi ‘bagaimana AS akan mengatasi pembajakan’. Mereka tidak mundur.”
IFPI menyoroti kemenangan melawan pembajakan oleh pemerintah New Zealand dan Perancis juga kerjasama dengan perusahaan yang menghentikan layanan 62 situs ilegal di Rusia dan Ukraina. Sementara itu Moore mengaku industri musik masih kecewa dengan IS (penyedia layanan internet) Inggris. “Ada 70 servis legal di UK tapi pembajakan masih tinggi,” ujarnya. “Kami kecewa pada ISP yang lebih memilih membawa ini ke pengadilan tinggi ketimbang membantu membersihkan pasar. UK adalah salah satu pasar terbesar dan harusnya bisa melakukan yang lebih baik.”
Moore juga mengritisi upaya yang Google ambil dalam menertibkan pembajakan, dengan merujuk pada hasil penelitian yang menunjukkan setengah pegunduh ilegal mengatakan bahwa mereka menemukan musik dari mesin pencari itu. Dia menghimbau agensi iklan untuk mengatur kampanye mereka dan berhenti mengelola situs ilegal.
“Agensi iklan dan mesin pencari bisa melakukan lebih. Google sudah melakukan sedikit tapi bisa melakukan yang lebih. Mereka merupakan titik masuk untuk pembajakan ilegal. Kami akan menekan untuk beraksi lebih. Tahun lalu sangat berat meski ada sejumlah progress, tapi masih banyak yang harus dilakukan.”
Filed Under: News








