Pascapenutupan Megaupload, Hacker Serang Sejumlah Situs
Tak lama setelah situs berbagi, Megaupload ditutup dan pendirinya ditangkap, kelompok hacker, Anonymous melumpuhkan sejumlah situs mulai dari Department of Justice, RIAA, Universal Music Group dan yang lainnya.
“Kami mengalami masalah dengan website tapi belum yakin penyebabnya,” ujar salah satu juru bicara DOJ.
Sebelumnya Megaupload terlibat pertempuran hukum dengan Universal Music yang dipuncaki saat situs itu memuat sebuah video yang menampilkan Kanye West, Swizz Beatz, will.i.am, Alicia Keys dan artis lainnya yang isinya mendukung situs tersebut. Sebelum ditutup, situs ini sempat membuat statement, “Traffic Mega yang begitu besar sesungguhnya adalah sah dan kami tetap di sini. Jika industri konten mencoba mengambil keuntungan dari popularitas kami, kami senang bisa masuk dalam bahasan. Kami memiliki ide bagus. Mari bicara.”
Situs penyimpanan online terbesar dan pelayanan berbagi di internet ini akhirnya ditutup oleh FBI dan tak hanya itu, pendirinya pun ditangkap dengan tuduhan melanggar hak cipta sehingga menimbulkan kerugian sebesar 500 juta US Dollar dari pembajakan musik, film dan media lainnya lewat situs ini. Ada enam terdakwa yang terancam hukuman penjara dan tak satu pun dari mereka Warga Negara Amerika. Mereka adalah Finn Batato (38/Jerman), Julius Bencko (35/Slovakia), Sven Echternach (39/Jerman), Mathias Ortmann (40/Jerman), Andrus Nomm (32/ Estonia), Bram van der Kolk aka Bramos (29/Belanda).
Keenam orang tersebut bersama perusahaannya Megaupload Limited dan Vestor Limited, dituntut atas konspirasi pemerasan, melanggar hak cipta dan pencucian uang serta dua tuntutan subtantif atas pelanggaran hak cipta. Tiap tuntutan untuk pemerasan dan pencucian uang diancam hukuman penjara selama 20 tahun sementara tuntutan atas pelanggaran hak cipta dan dua tuntutan lainnya masing-masing akan ditambah lima tahun penjara. Tuduhan tidak hanya soal hak cipta tapi juga ponografi anak dan video propaganda teroris.
Kejadian ini berlangsung sehari setelah Wikipedia dan situs lainnya menon-aktifkan diri sebagai bentuk protes terhadap Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA). Anonymous menyasar Demokrat yang kabarnya mendukung SOPA dengan menyerang situs mereka dan menarget akun Facebook dan Twitter para pendukung SOPA.
SOPA ditentang setelah memberikan dua rancangan undang-undang kepada Kongres yang nantinya akan mengubah regulasi internet di US. Banyak anggota Kongres yang kabarnya menentang rancangan ini bahkan Presiden Obama berjanji akan menolak rancangan itu jika masuk ke Gedung Putih. Sementara Senat baru akan mengadakan pemungutan suara atas rancangan ini pada 24 Januari.
Anonymous sendiri merupakan grup hacker yang menyerang Denial of Service (DoS) sebagai bentuk protes. Di samping melumpuhkan situs tertentu dengan motif tertentu, mereka juga dikenal atas dukungannya terhadap kebebasan bicara dan demokrasi dengan membentuk Free Iran dan berpartisipasi di even “Arab Spring” yang bertujuan pembebasan Negara seperti Mesir dan Libya.
Dan kejadian ini menandai dua tahun sudah Anonymous berperang dengan industri musik. Tahun lalu mereka meluncurkan Operation Payback dan mengambil alih situs Broadcast Music Inc. (BMI).
Filed Under: News






