Kongres Tunda Rancangan Undang-Undang SOPA & PIPA

Anggota Dewan dan Gedung Putih telah menunda pemungutan suara untuk dua rancangan undang-undang anti-pembajakan kontroversial yang diajukan oleh Protect IP Act (PIPA) dan Stop Online Piracy Act (SOPA).
Rancangan ini kehilangan dukungan Kongres seiring protes besar-besaran di internet dan juga di sejumlah tempat yaitu New York, Seattle, San Francisco dan Washington. Bahkan Google telah mengeluarkan petisi menentang ini ditandatangani oleh lebih dari 7 juta orang.
Pimpinan Mayoritas Senat, Harry Reid mengatakan pemungutan suara terhadap PIPA, yang sedianya diselenggarakan pada 24 Januari ini telah ditunda dengan alasan “mengingat adanya kejadian terbaru”. Ia meyakinkan, “tidak ada alasan untuk isu sah yang diangkat oleh sejumlah orang tentang rancangan tidak bisa terpecahkan.”
Sementara untuk SOPA, Gedung Putih akan menunda pertimbangan perundang-undangan sampai ada kesepakatan lebih besar untuk sebuah solusi,” tulis Lamar Smith, Ketua Komite Kehakiman dari United States House of Representatives (Dewan Perwakila Rakyat Amerika Serikat). “Saya sudah mendengar kritik dan serius menanggapi ini. Yang jelas kita perlu meninjau ulang pendekatan mengenai cara terbaik menanggapi masalah pencuri asing ini.”
Dua rancangan undang-undang dari SOPA dan PIPA ini sebenarnya berusaha mengurangi pembajakan hak kekayaan intelektual di internet. Namun banyak pihak kemudian yang melihat mereka membuat aturan terlalu ‘jauh’ yang akan menimbulkan efek signifikan kepada siapapun yang berbagi media di internet termasuk situs yang memuat musik dan video. Situs yang diduga memosting materi illegal dalam rancangan undang-undang ini akan dicoret dan diblok oleh pemerintah tanpa adanya proses peradilan.
Meski bertujuan untuk melindungi hak cipta artis dan label, tapi legislasi ini dianggap bisa menggelinding ke ke teritori siapapun yang memuat dan membagi musik di situs karena garis antara berbagi legal dan ilegal masih tidak jelas, apalagi kini banyak artis itu sendiri yang membagi lagu mereka di internet dan meminta fans untuk menyebarkannya.
Mereka yang menentang adalah AOL, eBay, Facebook, Yahoo, Twitter, LinkedIn, Mozilla, Zynga , Tumblr dan Google, yang membuat surat terbuka ke Gedung Putih dan Senat. Peluang SOPA meloloskan rancangan ini sebenarnya dianggap besar mengingat pihak yang mendukung mereka adalah yang berkekuatan seperti United States Chamber of Commerce, American Federation of Musicians, Motion Picture Association of America dan lainnya. Jika ini lolos, satu-satunya yang bisa menghentikan adalah veto dari Presiden Obama.
Filed Under: News






