Kiming ‘Dajjal’, Performa, Kostum dan Musik

Untuk penggemar Brutal Death dan Grind Core dalam negeri, terutama Bandung, mungkin tidak akan asing dengan bass player Dajjal yang satu ini, ketika Saparua masih aktif dipakai sebagai tempat pertunjukan, Kiming selalu  menghadirkan atmosfer lain pada sebuah gigs, meninggalkan bass-nya untuk melakukan Stage diving,  pogo atau berlarian mengitari tribun.

Apa kabar? Lagi sibuk apa sekarang?
Baik dan sehat, hahaha, lagi sibuk jadi pengantin baru, belum ada kesibukan yang lain paling sibuk ngurus anak dan istri

Ceritakan sedikit apa yang membuat Anda memutuskan untuk bermain bass dengan kostum barbarian dan performance yang teatrikal?
Dulu awalnya saya tidak tertarik dengan bass, pada saat itu saya main gitar, belajar sama Rafael dari Mortir band yang kebetulan juga saya menjadi crew disitu, tapi mungkin karena rezeki saya bermain bass, setelah berfikir selama 8 jam akhirnya saya terima tawaran untuk mengisi posisi bassis di Dajjal. Dan kalo performance sebenarnya itu spontan saja, tak ada yang direncanakan. Saya hanya ingin menciptakan keadaan yang mewakili musik yang saya mainkan.

Pernah mengalami kecelakaan saat melakukan aksi panggung ?
Kayaknya belum deh, paling terkilir…tapi kalo mencelakai orang saat manggung saya sering hahahaha…

Uncluster: Pernah kepikiran memainkan musik lain diluar brutal death dan grind core ?
Kiming: Belum pernah

Jika ditawari kolaborasi, Anda memilih melakukannya dengan siapa ?
Tataloe. Dari dulu saya sering membayangkan bermain di hutan dengan performing art para zombie dan aksi dari para personil Tataloe

Mana yang lebih diutamakan, performance atau musik ?
Menurut saya seimbang, karena sebagus apapun musik jika tidak didukung oleh performa yang baik, maka jadinya akan aneh juga.

Ada best moment selama bermain dengan Dajjal?
Ada tiga ya, ketika Dozen Of Terror Bandung, Jogyakarta Bergetar, sama Bekasi Underground Party

Ceritakan sedikit tentang moment di Dozen Of Terror?
Kalau ga salah sekitar bulan april 2001, saat itu Arin (MC) menjelaskan jika band yang akan tampil berikutnya adalah band yang berkostum barbarian dan berlumuran lumpur. Dan tiba tiba penonton satu gedung meneriakan nama saya…jujur saja saya merinding waktu itu

Inspirasi kostum dan inspirasi musik?
Ada 3 orang yang menginspirasi saya dalam musik dan kostum, Rob Zombie, Max Cavalera dan Bob Marley, mungkin ditambah dengan pada kegemaran saya terhadap sesuatu yang berbau primitive.

Ceritakan saat saat awal kehilangan gimbal (dread Lock) nya?
Aneh, bener-bener aneh, setelah 12 tahun gimbal (dread Lock),  dan tiba-tiba sekarang saya botak sepertinya ringan banget, saya merasa seperti tidak punya kepala, sampai saya sakit 1 minggu waktu itu dan kepala sangat sakit jika kena air.

Ada perasaan menyesal?
Perasaan menyesal ada ya, karena menurut saya itu manusiawi.  Tapi mungkin yang terpenting sekarang bagi saya itu kepala saya bisa bersih, dan saya semakin yakin di saat menunaikan shalat.

Uncluster:

Filed Under: Interviews

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.

  • News In Brief

    Neil Young mengajak para penggemarnya untuk memboikot Starbucks yang memutuskan menentang aturan pemerintah untuk melabeli dan memisahkan produk yang mengandung GMO (Genetically Modified Organisms)

    Dalam show-nya di Royal Albert Hall, London baru-baru ini, Damon Albarn sempat berkolaborasi dengan Brian Eno dan rekan sebandnya, Graham Coxon yang membawakan 3 lagu Blur

    Livescape Group dan Future Music Australia mengumumkan bahwa Future Music Festival Asia (FMFA 2015) akan kembali diselenggarakan, di Singapore pada tanggal 14-15 Maret 2015

    Smashing Pumpkins memasang lagu baru, ‘Tiberius’ untuk bisa didengarkan online. Lagu ini berasal dari album baru, ‘Monuments To An Elegy’ yang akan dirilis 9 Desember

    Pemain biola kebanggaan Indonesia, Idris Sardi meninggal dunia pada Senin (28/04) di usia 75 tahun. Diketahui beliau mengalami masalah kesehatan pada lambung dan liver, dan sempat mendapat perawatan di RS Meilia, Cibubur