Devita Dwi Ayu Anggraini
[Uncluster/Hermusic]—-Atmosfer yang berbeda dalam pola pikir dan selera orang di sekitar, menjadi variasi tersendiri yang disukai oleh vokalis asal Kota Kembang bernama lengkap Devita Dwi Ayu Anggraini ini. Hal itu setidaknya dapat dilihat dari 3 band yang dia singgahi yaitu Jellybelly (Pop), Slylab (Ambient) dan Armored (Gothic Metal).
Dan mengenai musik keras, adalah sisi enerjik yang menjadi alasan dia untuk tetap menyimak, sampai ada pada list band yang dia harapkan untuk konser di Indonesia. Berikut interview kami.
Sejak kapan kamu tertarik dengan musik dan memutuskan untuk terlibat penuh dalam beberapa band sebagai vokalis ?
Sejak sebelum masuk sekolah, dulu ayah saya yang mengenalkan lagu-lagu bergenre blues/country dan kakak saya yang mengenalkan lagu-lagu rock dan grunge. Memutuskan untuk terlibat penuh dalam beberapa band itu sebenarnya mengalir begitu aja, alasan utamanya karena saya memang suka dengan genre musik yang dibawakan oleh si band nya sendiri.
Musisi lokal yang karyanya sangat tidak kamu sukai?
Hahaa…tricky question.
Kira-kira jika punya kesempatan untuk berbicara dan disimak oleh seluruh orang di dunia, pesan apa yang akan kamu sampaikan?
Selamatkan Ozon. Hentikan eksploitasi hutan!!!
Hal paling menyebalkan ketika tampil live?
Ketika sound kurang mendukung.
Band yang paling diharapkan untuk tampil di Indonesia?
Band-band Black Metal.
Daya tarik musik ekstrem bagi kamu?
Enerjik.
Kamu punya tiga band yang secara genre berbeda. Nah, sisi menarik dari situ buat kamu apa?? Dan apa ada kesulitan??
Suasana internal yang berbeda, aturan main yang berbeda, budaya dalam proses pembuatan lagu yang berbeda, pola pikir yang berbeda dan selera musik yang berbeda-beda pula
Menurut data yg kami punya baru – baru ini, kamu mendengarkan album Cradle Of Filth : Darkly, Darkly, Venus Aversa. Apa hal yang paling berkesan dari rilisan ini buat kamu. Dan apa alasannya?
Tidak ada yang berkesan, karena menurut saya memang tidak jauh berbeda dengan album-album sebelumnya, masih dengan nuansa yang sama. Namun, (terlepas dari image COF yang so called ‘mainstream’) yang membuat saya terkesan sampai saat ini sebetulnya masih ditujukan untuk sosok sang vokalis-Dani Filth, saya masih jatuh hati dengan karakter suara yang dia miliki.
Lebih menyenangkan mana, tampil live atau rekaman di studio, dan apa alasannya?
Dua-dua nya..karena masing-masing mempunyai tanggung jawab dan sensasi yang berbeda, hehe..
Apa yang akan kamu lakukan seandainya berhenti bermain musik?
Pengen bikin studio (entah itu studio latihan atau studio recording).
Masih ingat dengan panggung pertama kamu? Tolong ceritakan sedikit suasana, tahun dan musik apa yang kamu mainkan!
Masih, sekitar pertengahan tahun 2000, waktu itu meng-cover lagunya The Cranberries, Nirvana dan Offspring.
Hal yang bikin kamu down selama bermain band?
Pergantian personil, sehingga line up band harus berubah-ubah dan semuanya ‘seperti’ harus dimulai dari nol lagi (terutama chemistry).
uncluster-Devita Dwi Ayu Anggraini
Ada lagu yang dijadikan soundtrack dalam hidup kamu?
Enigma – Return To Innocence. Saya suka liriknya.
Minta 5 lagu yg ada di playlist kamu sekarang ya!
1. Aura Noir – Forlorn Blessings to the Dreamking
2. TsJuder – Helvete
3. Enigma – Beyond the Invisible
4. Satyricon – Now, Diabolical
5. Anorexia Nervosa – Stabat Mater Dolorosa
Filed Under: HerMusics









