Milagro Santana

Tidak mudah mendatangkan Santana. Bukan kenes karena ketenaran. Alih-alih mendaku kebintangannya, ia malah terlihat humble, rendah hati. Bak pepatah bijak : dalam kerendahan hati tersimpan kedalaman isi. Sebagai musisi, ia telah mengisi perbendaharaan musik dunia. Melalui gitar, dipertemukan ragam kebudayaan. Kreatifitasnya telah melahirkan warna baru dalam ranah musik rock. Unik dan berkarakter. Begitu pun sebagai manusia. lebih pasnya sebagai warga dunia. Cintanya diartikulasikan pada perdamaian, keselarasan alam, dan manusia tersisih.

Kepedulian akan keselarasan alam, rupanya menjadi prasyarat bisa tidaknya ia hadir di perhelatan Jakarta International Java Jazz Festival (4-6/3). Kelebatan hutan yang mulai membotak-meluas, untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan masih maraknya penebangan liar di Indonesia, bukan saja menggelisahkan, ia hampir mengurungkan kehadirannya. Untuk menyakinkan, si empunya hajat melakukan kegiatan penanaman pohon.

Bahkan, pohon terlarang pun pernah diusulkan untuk pertumbuhan ekonomi di negaranya. Di tengah kurang darah perekonomian AS, Santana menyarankan kepada Barack Obama untuk melegalkan ganja. “Legalkan ganja dan ambil semua uang darinya dan manfaatkan untuk para guru dan pendidikan. Anda akan melihat sebuah transformasi di Amerika!”(Kompas.com, 8/4/09).

Pandangannya tak sekedar legalisasi ganja. Tapi menyeret pada sinisme akan kekuatan politis yang kuat Gubernur California, Arnold Schwazenegger. “Saya sungguh percaya bahwa segera sesudah kita melegalkan ganja dan menghapus pemanfaatan ganja dari daftar tindak kriminal, kita bisa betul-betul menghasilkan seorang gubernur yang sangat baik. Yang tak akan membawa pergi uang dari pendidikan dan para guru. Dan mengembalikan Schwarzenegger ke Hollywood, di mana ia bisa main film kelas D dan kita bisa mendapat seorang gubernur kelas A.” Pedas, tangkas, dan tandas.

Ya, pendidikan anak telah menjadi paraf kepedulian Santana. Pendidikan ditempatkan sebagai prioritas asasi kepentingan terbaik anak. Didirikanlah Milagro Foundation. Ia sisihkan kekayaan dari penjualan album, konser, dan pernak-pernik yang terpaut namanya untuk anak miskin. Untuk pendidikan, kesehatan, dan seni anak. Milagro artinya keajaiban. Keajaiban cita-cita perubahan bagi manusia-manusia tersisihkan. Dan itu dilakukan dengan apa yang melekat pada jiwanya, musik.

Musik hati

Santana terlahir dari keluarga pemusik. Menghabiskan masa kecil di Autlan de Navarro dan Tijuana, Meksiko. Produk kebudayaannya, musik latin, menjadi bagian penting jiwa bermusik Santana. Belajar teknik bermain gitar latin, terasah di sana. Dan, ketika hijrah ke San Fransisco, ia mengukuhkan diri menjadi manusia lintas budaya.

Di tahun 1960-an, San Fransico adalah ibu kota kaum hippies. Di mana musik menjadi kanal suara semangat hippie : love, peace and rock n roll. Dan panggung pertunjukkan musik jadi amplifier protes sosial. Musik sebagai lingua franca. Melalui musik, mendobrak sekat ras. Membuka lintas kebudayaan. Di Woodstock 1969, musik Santana menjadi ikon pembeda.

Musik latin adalah identitas budayanya, tubuh musik Santana. Dan Salsa sebagai jantung iramanya. Sebagai organ penting, dalam setiap detak, mengalirkan unsur “nutrisi” musik lainnya : rock, blues, dan jazz. Lalu, hati memberikan sentuhan gelombang emosi jiwa. Karena di ruang hati tersimpan perasaan rindu, cinta, kesedihan, kemarahan, dan kegembiraan.

Tak mengherankan bila musisi panutannya adalah mereka yang memainkan musik dengan hati. BB King dikenalnya saat berusia 8 tahun. Ia pun mengagumi Albert King, Jimi Hendrix, Mike Bloomfield, dan Peter Green. Di jazz ada Miles Davis, John Coltrane, dan John “Mahavishnu” Mclaughlin. Dari para pionir inilah ia menangkap semangat avant-garde, pembaharu. Bukan semata pada olah bunyi dan teknik, Santana menyukai nilai-nilai spiritualnya. Ia internalisasikan itu tidak hanya pada ucap dan tindakkan. Juga pada musiknya. Ia ingin, denting dawainya menjadi tone (nada suara) pembeda. “Kita harus mendapatkan nada sendiri, menciptakan identitas sendiri, sehingga kita bisa jadi ‘transparan’ dan membiarkan roh suci bermain musik melalui tubuh kita. Barulah saat itu kita terdengar seperti diri kita sendiri,” ujarnya dihadapan para wartawan sebelum tampil di Java Jazz.

Melalui John Mclaughlin, ia menjadi murid Sri Chinmoy, guru spiritual. Ia menjadi rajin bermeditasi dan mempelajari nilai-nilai spiritual. Meluaskan dan mendalami kesadaran semesta. Untuk menjadi Man in the Universe.

Dalam rentang 63 tahun kehidupan, jejak-jejak pengalaman itu tak pupus oleh ketenaran. Puluhan album telah dirilis, menjelajah dunia dengan puluhan konser – di mana ia dielukan, platinum dan penghargaan bergengsi telah diraih, dan tentu saja, ia kaya. Namun, ia tetaplah Santana yang peduli pada kondisi dunia. Ia masih hippie, ia masih “berpolitik”.

Musiknya masih lintas budaya. Bahkan lintas generasi. Ia masih menghargai para pendahulu, memperbaiki peninggalan karya-karyanya dengan menundukkan hati. Simaklah apa yang dikatakan ketika hendak merilis album – cover version – teranyarnya di 2010, “I am more happy than I have ever been in my life because I am grateful.  I am grateful for Clive, I am grateful for Michael Lang and Bill Graham and people who opened doors.  Woodstock was a door, Supernatural was a door.  Everyone who I ever met, Miles Davis or Tito Puente or B.B. King, all of them have gone out of their way to help me keep going.  I have some great teachers, and some of them are my students too.  We hope to touch many, many people’s hearts with GUITAR HEAVEN…”(Ian Kameswara)

Filed Under: Articles

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.



  • News In Brief

    Erwin Gutawa sudah menyiapkan komposisi baru miliknya untuk dimainkan dalam pagelaran musikal tari bernuansa Betawi, Airah di Monumen Nasional (Monas), 28-30 Juni 2013

    Mantan vokalis The Mars Volta, Cedric Bixler-Zavala, telah mengumumkan band barunya yang diberi nama Zavalaz

    Tahun ini Franz Ferdindand akan merilis album baru /kelima yang berjudul ‘Right Thoughts, Right Words, Right Action’

    Di usia 25 tahun, KLa Project akan menggelar konser elektronik di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta pada 26 Juni 2013 dan konser KLAkustik II yang rencananya akan diselenggarakan akhir 2013

    White Shoes and The Couples Company akan merilis mini album berisikan lagu daerah pada 20 Mei, di antaranya berisi “Lembe Lembe” asal Maluku dan “Cangkurileung” asal Jawa Barat

    Queens of the Stone Age akan merilis album baru / ke-6 yg berjudul …Like Clockwork pada 3 Juni 2013

    Dr Valorie Salimpoor, salah seorang peneliti di Montreal Neurological Institute, mendapat kesimpulan dari penemuan terbaru timnya  bahwa mendengarkan musik / lagu baru bermanfaat dan merangsang otak untuk menjadi aktif

    Camera Obscura akan merilis album baru ‘Desire Lines’ pada bulan Juni mendatang

    Prince, Sting, Leonard Cohen dan Marcus Miller akan memeriahkan festival jazz tahunan Montreux di Swiss, Juli mendatang










  • Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player



    Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player



    Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

    Get Adobe Flash player